Trump Akui Gulingkan Rezim Iran Tidak Mudah, AS Kirim 2.200 Marinir ke Timur Tengah

Donald Trump menyebut perubahan rezim di Iran mungkin terjadi tetapi tidak dalam waktu dekat, sementara AS dilaporkan mengirim sekitar 2.200 Marinir ke Timur Tengah.

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:08 WIB
Trump Akui Gulingkan Rezim Iran Tidak Mudah, AS Kirim 2.200 Marinir ke Timur Tengah
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dalam acara Bulan Sejarah Wanita di Ruang Timur Gedung Putih, Washington, Kamis (12/3/2026). Foto: Times of Israel for Hallonews

HALLONEWS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengakui bahwa upaya rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintahan mereka bukanlah hal yang mudah, terutama tanpa dukungan senjata.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara pada acara Fox News Radio, di tengah meningkatnya ketegangan perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

“Saya benar-benar berpikir itu adalah rintangan besar bagi orang-orang yang tidak memiliki senjata,” kata Trump ketika ditanya apakah ia masih meyakini rakyat Iran dapat bangkit melawan pemerintah mereka, seperti dilansir Times of Israel, Sabtu (14/3/2026).

Meski demikian, Trump tetap meyakini perubahan rezim di Iran suatu saat akan terjadi, meskipun bukan dalam waktu dekat.

“Itu akan terjadi, tapi mungkin tidak segera,” ujarnya.

Komentar tersebut muncul setelah dalam beberapa bulan terakhir Trump beberapa kali mendorong masyarakat Iran untuk bersiap merebut kekuasaan dari pemerintah setelah serangan militer terhadap negara itu berakhir.

Namun, menurut laporan internal pemerintah AS, struktur kepemimpinan Iran dinilai masih cukup kuat dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan runtuh dalam waktu dekat, meskipun telah menghadapi hampir dua pekan serangan dari Amerika Serikat dan Israel.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga menyatakan belum dapat memastikan apakah rakyat Iran akan bangkit melawan pemerintah mereka.

Ketika ditanya kapan perang melawan Iran akan dianggap selesai, Trump memberikan jawaban yang tidak pasti.

“Saat saya merasakannya. Ketika saya merasakannya di hati saya,” kata Trump.

Trump Sebut Putin Mungkin Bantu Iran

Dalam wawancara tersebut, Trump juga menyinggung kemungkinan keterlibatan Rusia dalam membantu Iran.

Menurutnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin memberikan dukungan terbatas kepada Teheran.

“Saya pikir dia mungkin sedikit membantu Iran,” kata Trump.

Pernyataan itu muncul setelah sebelumnya muncul laporan bahwa Rusia memberikan informasi intelijen kepada Iran mengenai posisi kapal perang dan pesawat militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Namun, utusan khusus Trump, Steve Witkoff, sebelumnya menyatakan Rusia membantah tuduhan tersebut.

AS Kirim 2.200 Marinir ke Timur Tengah

Di tengah eskalasi konflik, pemerintah AS juga dilaporkan mengirim sekitar 2.200 Marinir ke Timur Tengah menggunakan tiga kapal angkatan laut.

Menurut laporan ABC News, unit yang dikirim merupakan Marine Expeditionary Unit (MEU) ke-31, yang sebelumnya ditempatkan secara permanen di Jepang.

Unit tersebut dilengkapi berbagai kemampuan tempur, termasuk skuadron jet tempur F-35 serta pesawat tilt-rotor MV-22 Osprey.

Meski demikian, pengerahan Marinir tersebut belum tentu berarti Amerika Serikat akan menempatkan pasukan darat di Iran.

Unit ekspedisi tersebut dapat digunakan untuk berbagai operasi militer, termasuk dukungan udara, operasi amfibi, hingga penguatan logistik bagi komandan militer di kawasan.

Fokus Hancurkan Rudal Iran

Trump juga mengatakan bahwa saat ini pemerintahannya lebih fokus pada upaya menghancurkan kemampuan militer Iran dibandingkan mengambil cadangan uranium yang diperkaya milik negara tersebut.

Ketika ditanya apakah Amerika Serikat memiliki rencana untuk mengambil lebih dari 400 kilogram uranium yang sangat diperkaya dari Iran, Trump menjawab tidak.

“Kami sama sekali tidak fokus pada itu. Mungkin suatu saat nanti, tapi bukan sekarang,” ujarnya.

Trump mengklaim operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel telah memberikan dampak besar terhadap kekuatan militer Iran.

“Kami telah menghancurkan hampir 90 persen rudal mereka,” katanya.

Sejak serangan udara yang dilakukan AS dan Israel pada Juni lalu, Iran disebut belum memberikan informasi mengenai keberadaan cadangan uranium yang sangat diperkaya maupun mengizinkan inspeksi dari Badan Energi Atom Internasional.

Namun Trump juga menyatakan bahwa opsi mengirim pasukan darat untuk mengamankan cadangan uranium Iran tetap terbuka jika diperlukan. (ren)