Trump Klaim Iran Sudah “Dihancurkan”, Ancam Serangan 20 Kali Lebih Keras jika Hormuz Ditutup
Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer terhadap Iran hampir sepenuhnya tercapai. Ia bahkan mengancam akan menghantam Iran 20 kali lebih keras jika Teheran mengganggu jalur minyak global di Selat Hormuz.

HALLONEWS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan operasi militer negaranya terhadap Iran hampir sepenuhnya mencapai target.
Dalam konferensi pers di Florida pada Senin (9/3/2026) waktu setempat, Trump mengatakan pasukan AS telah menghancurkan hampir seluruh kekuatan militer Iran dalam konflik yang kini memasuki hari ke-10.
“Orang-orang mungkin mengatakan operasi kami hampir selesai. Kami telah melenyapkan setiap kekuatan di Iran. Ini akan segera berakhir,” ujar Trump seperti dikutip dari Sky News.
Ia menambahkan bahwa operasi militer yang awalnya diperkirakan berlangsung empat hingga lima minggu kini berjalan jauh lebih cepat dari jadwal.
Lebih dari 5.000 Target Iran Diserang
Trump mengklaim bahwa militer AS telah menghantam lebih dari 5.000 target di Iran sejak operasi dimulai.
Menurutnya, fasilitas produksi drone milik Iran telah menjadi salah satu sasaran utama.
“Kami mengetahui semua fasilitas tempat Iran memproduksi drone dan fasilitas itu diserang satu per satu,” kata Trump.
Ia bahkan menyebut bahwa seluruh target yang tersisa dapat dihancurkan hanya dalam satu hari jika diperlukan.
Ancaman Keras jika Iran Ganggu Selat Hormuz
Trump juga memperingatkan Teheran agar tidak mengganggu jalur perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz, salah satu rute energi terpenting di dunia.
Iran sebelumnya disebut hampir menghentikan pergerakan kapal tanker minyak di kawasan tersebut setelah serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas militer Iran sepuluh hari lalu.
Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan membiarkan jalur energi global disandera.
“Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat dua puluh kali lebih keras dari yang telah mereka alami,” tulis Trump di media sosial Truth Social.
Ia bahkan memperingatkan Iran akan menghadapi “kematian, api, dan amarah” jika terus mengganggu pasokan minyak global.
Kritik terhadap Pemimpin Baru Iran
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, yang menggantikan ayahnya Ali Khamenei.
Trump mengaku tidak puas dengan keputusan Iran menunjuk Mojtaba.
“Saya kecewa melihat pilihan mereka. Saya pikir ini hanya akan menyebabkan masalah yang sama berulang bagi negara itu,” katanya.
Ia juga menyebut beberapa nama lain yang sempat disebut sebagai alternatif kepemimpinan Iran, termasuk Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang kini hidup di pengasingan.
Harga Minyak Dunia Bergejolak
Konflik yang memanas sempat mendorong harga minyak dunia melonjak tajam hingga mendekati 120 dolar AS per barel, level tertinggi sejak 2022.
Namun setelah Trump mengisyaratkan perang tidak akan berlangsung lama, harga minyak kembali turun hingga di bawah 90 dolar AS per barel.
Trump mengatakan kenaikan harga energi tersebut merupakan dampak sementara dari konflik.
“Saya tahu harga minyak dan gas akan naik menjelang perang, tetapi kenaikannya lebih kecil dari yang saya perkirakan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tujuan operasi militer AS juga untuk memastikan jalur energi global tetap aman. (ren)
