Pemkot Bogor Dorong Perpanjangan KRL hingga Cigombong, Akses Stasiun Ciomas Mulai Ditinjau

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengusulkan perpanjangan jalur KRL Commuterline hingga Cigombong. Untuk mendukung rencana tersebut, akses menuju Stasiun Ciomas di Bogor Selatan mulai ditinjau dan disiapkan.

Selasa, 10 Maret 2026 - 9:03 WIB
Pemkot Bogor Dorong Perpanjangan KRL hingga Cigombong, Akses Stasiun Ciomas Mulai Ditinjau
Wali Kota Bogor Dedie Rachim meninjau lokasi yang direncanakan menjadi akses baru menuju Stasiun Ciomas di Bogor Selatan. Foto: Humas Pemkot Bogor for Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendorong pengembangan transportasi kereta dengan mengusulkan perpanjangan relasi KRL Commuterline hingga wilayah Cigombong.

Usulan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim kepada Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia terkait fungsi dan potensi pengembangan Stasiun Ciomas di Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan.

“Karena desain emplasemennya sejajar dengan jaringan KRL, maka tujuan pembangunan Ciomas, Rancamaya hingga Lido itu memang agar KRL yang selama ini hanya berhenti di Kota Bogor bisa diperpanjang sampai Lido dan Cigombong,” ujar Dedie, Senin (9/3/2026).

Akses Transportasi untuk Warga Bogor Selatan

Keberadaan Stasiun Ciomas dinilai strategis karena berada di kawasan Bogor Selatan dan berdekatan dengan pengembangan wilayah Rancamaya milik Sinar Mas Land.

Jika rencana perpanjangan KRL terealisasi, masyarakat di kawasan Rancamaya, Kertamaya, Genteng, dan sekitarnya dapat mengakses layanan KRL tanpa harus menuju Stasiun Bogor yang selama ini menjadi pusat keberangkatan kereta komuter di kota tersebut.

Namun hingga saat ini Stasiun Ciomas belum dioperasikan karena keterbatasan akses kendaraan menuju lokasi.

Pemkot Bogor Siapkan Pembangunan Akses Jalan

Menindaklanjuti kendala tersebut, Pemkot Bogor melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan berencana membuka akses jalan menuju Stasiun Ciomas.

Dedie mengatakan pembangunan akses ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk mendukung pengembangan jaringan KRL di wilayah Bogor Selatan.

“Hari ini saya bersama Dinas Permukiman, PUPR, camat, dan lurah memastikan bahwa kita akan membangun akses sampai ke Stasiun Ciomas Rancamaya. Nantinya ketika jaringan listrik KRL sudah terpasang, stasiun ini bisa langsung dimanfaatkan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa proyek tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Tidak ada yang bisa terjadi tiba-tiba. Semua harus dibangun melalui kolaborasi dan sinergi,” tambah Dedie.

Skema Pembangunan Tanpa APBD

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Juniarti Estiningsih mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Daop 1 PT KAI terkait pemanfaatan aset lahan untuk pembangunan akses jalan.

Namun, penggunaan lahan tersebut masih dalam kajian karena mekanisme yang berlaku di Direktorat Jenderal Perkeretaapian adalah sistem sewa, bukan pinjam pakai.

“Kami berharap skema sewanya bisa nol rupiah karena kepentingannya untuk masyarakat,” ujar Esti.

Ia menambahkan pembangunan akses jalan kemungkinan besar tidak menggunakan anggaran APBD, melainkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari kawasan Rancamaya.

Solusi Mengurai Kepadatan Kota Bogor

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Sujatmiko Baliarto menjelaskan bahwa Stasiun Ciomas sebenarnya merupakan simpul transportasi yang penting dalam sistem mobilitas kota.

Namun hingga kini simpul tersebut belum berfungsi optimal karena belum tersedia akses jalan menuju stasiun.

“Simpulnya sudah ada, tapi akses jalannya belum tersedia. Karena itu akses ini harus dibuka, baik untuk kendaraan maupun pejalan kaki,” kata Sujatmiko.

Jika akses dan jaringan KRL nantinya terhubung hingga Ciomas dan Cigombong, keberadaan stasiun tersebut diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas dan mobilitas penumpang di pusat Bogor. (opy)