Tragedi Bantargebang: Operasi SAR Ditutup, 7 Tewas dan 6 Selamat dari Longsor Gunung Sampah

Tim SAR gabungan memastikan seluruh korban longsor gunung sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, telah ditemukan. Dari 13 korban yang tertimbun, tujuh meninggal dunia dan enam berhasil selamat.

Selasa, 10 Maret 2026 - 9:20 WIB
Tragedi Bantargebang: Operasi SAR Ditutup, 7 Tewas dan 6 Selamat dari Longsor Gunung Sampah
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban yang tertimbun longsor gunung sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi. Foto: SAR Jakarta for Hallonews

HALLONEWS.ID – Tim SAR gabungan memastikan seluruh korban yang tertimbun longsor gunung sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, telah ditemukan pada Selasa (10/3/2026) pagi.

Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan sejak awal pihaknya menerima laporan bahwa terdapat 13 orang pekerja yang tertimbun dalam peristiwa tersebut.

Dari jumlah itu, enam orang berhasil selamat, sementara tujuh korban lainnya ditemukan meninggal dunia setelah proses pencarian intensif selama dua hari.

“Seluruh korban ditemukan, operasinya telah ditutup,” ujar Desiana, Selasa (10/3/2026).

Dengan ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya lagi laporan orang hilang, operasi pencarian resmi dihentikan.

Berikut enam korban yang berhasil selamat dari peristiwa longsor tersebut yaitu Budiman, Johan, Safifudin, Slamet, Ato, dan Dofir.

Daftar Korban Meninggal Dunia

Sementara itu, tujuh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada proses evakuasi yang berlangsung sejak Minggu (8/3/2026) hingga Senin (9/3/2026).

Berikut identitas korban:

1. Enda Widayanti – ditemukan Minggu (8/3/2026)

2. Sumine – ditemukan Minggu (8/3/2026)

3. Dedi Sutrisno – ditemukan Minggu (8/3/2026)

4. Irwan Supriatin – ditemukan Minggu (8/3/2026)

5. Jussova Situmorang – ditemukan Senin (9/3/2026)

6. Hardianto – ditemukan Senin (9/3/2026)

7. Riki Supriadi – ditemukan Senin (9/3/2026)

Operasi Pencarian Dua Hari

Longsor gunung sampah di TPST Bantargebang terjadi saat para pekerja tengah beraktivitas di area pengolahan sampah.

Peristiwa tersebut memicu operasi pencarian besar yang melibatkan tim SAR gabungan, aparat pemerintah daerah, serta sejumlah instansi terkait.

Setelah proses evakuasi intensif selama dua hari, seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan dan operasi pencarian resmi dihentikan. (dul)