Trump Klaim Militer Iran Lenyap, AS Siap Tingkatkan Serangan
Presiden AS Donald Trump menyatakan angkatan laut dan angkatan udara Iran telah hancur setelah serangan besar-besaran AS dan Israel, sementara Washington memperingatkan perang masih akan meningkat.

HALLONEWS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kekuatan militer Iran mengalami kerusakan besar setelah serangkaian serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pernyataan di Gedung Putih, Jumat (6/3/2026) waktu setempat, Trump mengatakan angkatan laut dan angkatan udara Iran kini hampir tidak lagi memiliki kemampuan tempur.
“Angkatan laut mereka sudah lenyap. Mereka kehilangan 24 kapal hanya dalam tiga hari, itu jumlah yang sangat besar,” kata Trump.
Ia juga mengeklaim bahwa Iran tidak lagi memiliki kekuatan udara maupun sistem pertahanan udara yang efektif.
“Mereka tidak punya angkatan udara, tidak punya pertahanan udara. Semua pesawat mereka sudah hilang,” ujarnya.
Trump bahkan menyebut sekitar 60 persen persediaan rudal Iran dan 64 persen peluncur rudal telah dihancurkan sejak konflik dimulai.
AS Klaim Hancurkan Puluhan Kapal Iran
Komandan Komando Pusat militer AS Laksamana Brad Cooper mengatakan pasukan Amerika telah menyerang hampir 200 target militer di Iran dalam kurun 72 jam terakhir.
Serangan tersebut mencakup berbagai fasilitas militer penting, termasuk lembaga yang setara dengan Komando Luar Angkasa milik Amerika Serikat.
Menurut Cooper, operasi militer AS juga berhasil menenggelamkan lebih dari 30 kapal Iran selama konflik berlangsung.
Selain itu, militer AS juga menyerang kapal pengangkut drone Iran yang disebut berukuran sebesar kapal induk era Perang Dunia II.
“Kapal tersebut saat ini dalam kondisi terbakar setelah serangan terbaru,” kata Cooper.
Serangan Iran Mulai Menurun
Militer AS juga mengklaim intensitas serangan Iran mulai menurun dibandingkan hari pertama perang.
Menurut data militer Amerika, serangan rudal balistik Iran turun sekitar 90 persen, dan serangan drone menurun sekitar 83 persen.
Meski begitu, Washington menegaskan operasi militer terhadap Iran masih akan terus berlanjut.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan operasi militer yang berlangsung saat ini baru tahap awal.
“Amerika Serikat baru saja mulai berperang dan kami akan melakukannya secara menentukan,” tegas Hegseth.
Ia juga memperingatkan bahwa Iran salah jika mengira Amerika tidak mampu mempertahankan konflik berkepanjangan.
“Amunisi kami masih sangat mencukupi,” ujarnya.
Trump Ancam Kuba
Selain berbicara tentang konflik dengan Iran, Trump juga melontarkan ancaman kepada rezim komunis Kuba.
Ia mengatakan Washington saat ini fokus menghancurkan kekuatan Iran terlebih dahulu, namun Kuba bisa menjadi target berikutnya.
“Kami ingin menghabisi Iran terlebih dahulu, tetapi Kuba hanyalah masalah waktu,” kata Trump.
Inggris Perkuat Dukungan Militer
Di tengah eskalasi konflik, Inggris juga memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah.
Perdana Menteri Keir Starmer mengumumkan pengiriman tambahan empat jet tempur Typhoon ke Qatar.
Jet tempur tersebut akan ditempatkan di Pangkalan Udara Al Udeid, yang juga menjadi markas militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Selain itu, Inggris juga mengirim helikopter Wildcat untuk menghadapi drone, menyiapkan kapal perang HMS Dragon dengan sistem rudal Sea Viper, dan memperkuat pangkalan militer di Siprus, termasuk RAF Akrotiri.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pertahanan terhadap kemungkinan serangan drone Iran di kawasan Timur Tengah.
Israel Luncurkan Serangan Baru
Sementara itu, militer Israel mengumumkan telah memulai gelombang serangan besar-besaran terhadap target militer Iran di Teheran.
Serangan tersebut menjadi balasan atas gelombang rudal dan drone Iran yang sebelumnya diarahkan ke Tel Aviv dalam operasi militer yang disebut “True Promise 4”.
Konflik antara Iran dan Israel kini memasuki hari ketujuh, dengan eskalasi militer yang terus meningkat dan melibatkan sejumlah negara besar. (ren)
