Trump: Saya akan Ambil Minyak Iran dan Perang Dilanjutkan

Donald Trump mengatakan jika keputusan ada di tangannya, ia akan melanjutkan perang untuk mengambil minyak Iran, namun mengakui rakyat Amerika ingin perang segera berakhir.

Senin, 6 April 2026 - 23:39 WIB
Trump: Saya akan Ambil Minyak Iran dan Perang Dilanjutkan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada wartawan saat acara Paskah di Gedung Putih, Washington. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa jika keputusan sepenuhnya berada di tangannya, ia akan melanjutkan perang dengan Iran untuk mengambil minyak negara tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan dalam acara Paskah di Gedung Putih, Minggu (5/4/2026) waktu setempat, ketika ditanya mengenai usulan gencatan senjata dalam konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Trump mengatakan usulan gencatan senjata merupakan langkah maju, tetapi belum cukup untuk mengakhiri konflik.

“Itu belum cukup baik, tetapi ini merupakan langkah maju yang sangat signifikan,” kata Trump kepada wartawan seperti dilansir Sky News, Senin (6/4/2026).

Trump kemudian menyatakan bahwa secara pribadi ia lebih memilih melanjutkan perang untuk menguasai minyak Iran, namun ia juga mengakui bahwa opini publik Amerika Serikat menginginkan perang segera berakhir.

“Jika itu tergantung pada saya, saya akan mengambil minyak itu, saya akan menyimpan minyak itu, kita akan menghasilkan banyak uang,” kata Trump.

Meski demikian, Trump mengatakan dirinya ingin membuat rakyat Amerika “bahagia” sehingga ia tetap mempertimbangkan kemungkinan mengakhiri perang melalui negosiasi.

Trump juga menyatakan bahwa perang dapat berakhir dengan cepat apabila pemerintah Iran bersedia memenuhi tuntutan Amerika Serikat, termasuk membuka kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengklaim telah terjadi “perubahan rezim total” di Iran sebagai dampak dari serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

“Kita telah mengalami perubahan rezim total di Iran,” kata Trump.

Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

“Anda tidak bisa memberikan senjata nuklir kepada orang gila,” ujarnya merujuk pada kepemimpinan Iran.

Selain membahas perang, Trump juga menyinggung operasi penyelamatan dua pilot Amerika yang pesawatnya jatuh di Iran beberapa hari sebelumnya. Ia menyebut kedua pilot tersebut dalam kondisi baik dan memuji operasi penyelamatan tersebut sebagai operasi yang sangat berani.

Sementara itu, pembicaraan mengenai kemungkinan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan masih berlangsung, termasuk usulan gencatan senjata sementara selama 45 hari sebagai bagian dari proses negosiasi yang lebih luas.

Namun, seorang pejabat senior Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Trump belum menyetujui rencana gencatan senjata tersebut dan masih mempertimbangkan berbagai opsi terkait kelanjutan konflik.

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang telah berlangsung selama lebih dari satu bulan kini semakin mempengaruhi stabilitas energi global, jalur pelayaran internasional, serta situasi keamanan di Timur Tengah. (ren)