Viral Perang Sarung Sadis di Bekasi Gegerkan Medsos, Polisi Siap Tindak Pelaku
Video perang sarung brutal di Bekasi viral di media sosial. Polisi memberikan respons dan menyiapkan langkah penindakan untuk mencegah aksi serupa terulang.

HALLONEWS.ID — Fenomena perang sarung yang kembali marak pada malam hari menjadi perhatian serius jajaran kepolisian. Aktivitas yang awalnya dikenal sebagai tradisi permainan Ramadan kini dinilai kerap berujung pada aksi kekerasan hingga tawuran antar remaja.
Aksi perang sarung terjadi di Perumahan Papan Mas, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi itu mendadak viral di medsos. Aksi yang awalnya identik dengan permainan remaja itu berubah menjadi bentrokan brutal menggunakan kayu dan petasan.
Sekitar pukul 01.00 WIB, saat warga bersiap menyantap sahur pertama, dua kelompok remaja justru terlibat saling serang di jalan permukiman. Video amatir warga itu memperlihatkan aksi saling pukul dengan sarung, potongan kayu, hingga lemparan kembang api.
Yang mengkhawatirkan, perang sarung yang dulu sekadar saling cambuk kain kini berkembang menjadi kekerasan fisik berisiko tinggi. Seorang remaja bahkan tampak tersungkur setelah dipukul berulang kali menggunakan kayu.
Ledakan petasan yang dilempar ke arah lawan membuat warga sekitar panik. Anak-anak dan orang tua yang tengah bersiap sahur memilih bertahan di dalam rumah demi menghindari salah sasaran.
Bentrokan tersebut juga berdampak pada fasilitas warga. Sebuah toko mengalami kerusakan pada bagian rolling door akibat diduga terkena lemparan benda keras. Riki (30), warga sekaligus pelaku usaha di lokasi kejadian, mengaku resah.
Kerusakan baru diketahui setelah situasi mereda. “Orang toko bilang kalau ada tawuran di depan, cuma kita posisinya sudah agak mentok. Tahu-tahu sudah hancur,” kata Riki kepada wartawan, Senin (23/2/2026).
Menurut Riki, para remaja diduga menggunakan petasan saat tawuran terjadi. “Pakai petasan. Kalau pakai sarung kayak perang sarung, itu saya nggak lihat langsung. Saya cuma tahu kejadiannya sudah rusuh,” katanya.
Ia menduga kerusakan toko terjadi akibat dorong-dorongan dan lemparan saat kedua kelompok remaja saling menyerang. Sebagai warga sekaligus pelaku usaha di lokasi kejadian, Riki mengaku resah dengan aksi tersebut.
Mendengar keluhan masyarakat, Polsek Tambun yang menerima laporan warga langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Aparat juga meningkatkan patroli malam di sejumlah titik rawan guna mencegah terjadinya aksi tawuran susulan.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk kegiatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan memberikan tindakan tegas tanpa terkecuali.
“Perang sarung yang mengarah pada kekerasan tidak dapat dibenarkan. Ini bukan lagi sekadar permainan, tapi sudah berpotensi menimbulkan korban. Saya minta semua jajaran untuk menertibkannya,” kata Sumarni.
Sumarni mengimbau seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya pada malam hari selama Ramadan.
“Kami minta orang tua memastikan anak-anaknya sudah berada di rumah paling lambat pukul 22.00 WIB. Jangan sampai lengah. Pengawasan keluarga adalah kunci utama,” tegasnya.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, kepolisian akan meningkatkan patroli malam di sejumlah titik yang telah dipetakan sebagai lokasi rawan. “Kami sudah petakan lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul. Patroli akan terus kami intensifkan,” jelasnya.
Selain peran keluarga, masyarakat juga diminta aktif melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan atau kerumunan remaja yang berpotensi memicu keributan. Laporan dapat disampaikan melalui layanan 110, petugas keamanan lingkungan, maupun Polsek terdekat. (dul)
