Wabah Campak Mengganas di Bangladesh, 294 Anak Meninggal dan Puluhan Ribu Terinfeksi

Wabah campak di Bangladesh menewaskan 294 anak sejak Maret 2026. Lebih dari 45.800 kasus dilaporkan, dipicu rendahnya cakupan imunisasi dan krisis vaksin.

Senin, 4 Mei 2026 - 7:00 WIB
Wabah Campak Mengganas di Bangladesh, 294 Anak Meninggal dan Puluhan Ribu Terinfeksi
Ilustrasi Campak. Foto/Freepik

HALLONEWS.ID – Wabah campak dan penyakit dengan gejala serupa terus memburuk di Bangladesh. Otoritas kesehatan setempat melaporkan tambahan 10 anak meninggal dunia, sehingga total korban jiwa sejak pertengahan Maret 2026 mencapai 294 orang.

Berdasarkan buletin Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan Bangladesh, lonjakan kasus masih terjadi secara signifikan.

Dalam 24 jam terakhir saja, tercatat lebih dari 1.260 infeksi baru, membuat total kasus kini melampaui 45.800.

Ibu kota Dhaka menjadi wilayah dengan dampak paling parah, mencatat 149 kematian.

Banyak pasien dari daerah perdesaan dilaporkan berbondong-bondong menuju kota tersebut demi mendapatkan perawatan medis yang lebih memadai, termasuk akses ke fasilitas penunjang hidup.

Kekurangan Alat Uji dan Penyebaran Nasional

Di tengah lonjakan kasus, Bangladesh juga menghadapi kendala serius berupa keterbatasan alat uji diagnostik.

Kondisi ini memperumit upaya penanganan wabah yang kini telah menyebar luas.

World Health Organization (WHO) sebelumnya menyatakan bahwa infeksi campak telah menjangkau 58 dari 64 distrik di Bangladesh, atau sekitar 91 persen wilayah administratif.

Hal ini menunjukkan bahwa wabah telah memasuki fase penularan nasional.

Dampak Penurunan Imunisasi

Pemerintah Bangladesh melalui Kementerian Kesehatan telah merespons dengan meluncurkan kampanye vaksinasi darurat.

Sejak April 2026, lebih dari 16,23 juta anak dilaporkan telah menerima vaksin campak.

Namun, WHO menilai wabah ini berkaitan erat dengan menurunnya cakupan imunisasi dalam beberapa tahun terakhir. Kekosongan stok vaksin pada periode 2024–2025 disebut menjadi faktor utama yang melemahkan perlindungan populasi anak.

Penyakit Mematikan yang Bisa Dicegah

Campak merupakan penyakit akibat virus yang sangat menular dan terutama menyerang anak-anak.

Infeksi ini dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak (ensefalitis), hingga kematian terutama pada anak dengan kondisi gizi buruk atau yang belum mendapatkan vaksinasi.

Meski demikian, campak sebenarnya termasuk penyakit yang dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi. WHO menegaskan bahwa peningkatan cakupan vaksinasi menjadi kunci utama untuk menghentikan penyebaran dan menekan angka kematian.

Situasi di Bangladesh menjadi pengingat bahwa penurunan imunisasi dapat berdampak besar, bahkan memicu krisis kesehatan yang mengancam keselamatan anak-anak dalam skala luas. (gin)