Wamendag Roro Esti Tinjau Industri Bintan-Batam, Dorong Ekspor Kepri
Wamendag Roro Esti meninjau industri di Bintan dan Batam untuk mendorong ekspor Kepri, dari produk kelapa, fesyen hingga elektronik.

HALLONEWS.ID – Wakil Menteri Perdagangan Roro Esti Widya Putri meninjau sejumlah industri strategis di Provinsi Kepulauan Riau.
Kunjungan dilakukan ke PT Bionesia Organic Foods di Bintan Industrial Estate, Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam di Kabupaten Bintan, serta PT Sat Nusapersada Tbk di Batam, Senin (9/3/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong peningkatan ekspor Kepri ke pasar global.
“Kami melihat potensi industri di Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Bintan dan Batam sangat besar,” ujar Roro dalam keterangan tertulis.
Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong produk unggulan daerah menembus pasar internasional dan memperkuat kinerja ekspor nasional.
Di Bintan Industrial Estate, Roro meninjau langsung proses produksi PT Bionesia Organic Foods yang mengolah kelapa menjadi berbagai produk turunan.
Produk tersebut antara lain kelapa konsentrat, kelapa kering (desiccated coconut), air kelapa, serta produk kelapa beku.
Sebagian produk bahkan telah menembus pasar internasional, termasuk Tiongkok.
Roro mengapresiasi kemampuan perusahaan mengelola komoditas kelapa secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Menurutnya, pengembangan industri berbasis komoditas lokal dapat menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat ekspor.
Head of Business Development PT Bintan Inti Industrial Estate, Gabryel Priam Bodo Sujarwo, menyebut pihaknya terus memperkuat infrastruktur kawasan industri.
Fasilitas logistik dan dukungan operasional disiapkan untuk menunjang aktivitas produksi hingga ekspor perusahaan di kawasan tersebut.
Kunjungan berlanjut ke Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam di Kabupaten Bintan.
Di lokasi ini, Roro meninjau produk fesyen yang dibuat pelaku usaha lokal.
Produk yang dihasilkan meliputi seragam perkantoran, seragam instansi pemerintah, hingga pakaian komunitas.
Menurut Roro, posisi geografis Kepulauan Riau yang dekat dengan Singapura dan Malaysia membuka peluang ekspor yang besar.
Ia mendorong pelaku usaha memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk menjajaki pasar ekspor.
Kepala Bidang Perindustrian Diskopumdag Bintan Dian Erfanita berharap kunjungan tersebut membuka akses pasar baru bagi perajin.
Ia menilai pertemuan dengan calon pembeli dari luar negeri dapat mendorong peningkatan produksi dan inovasi produk.
Pada kunjungan terakhir, Roro meninjau fasilitas produksi PT Sat Nusapersada Tbk di Batam.
Perusahaan ini memproduksi berbagai perangkat elektronik, mulai dari telepon seluler, laptop, tablet, printer hingga perangkat pelacak berbasis GPS.
Produk tersebut telah dipasarkan di pasar domestik maupun internasional.
Roro mengapresiasi kontribusi perusahaan dalam memperkuat industri elektronik nasional sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.
Ia menegaskan Kemendag akan terus mendukung peningkatan ekspor produk elektronik melalui berbagai kebijakan yang mempermudah akses pasar global.
Direktur Utama PT Sat Nusapersada Tbk Abidin Fan Hasibuan mengatakan perusahaan tetap menyiapkan rencana ekspansi pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya.
Menurutnya, meski dinamika geopolitik global perlu diwaspadai, pesanan dari pasar luar negeri hingga kini masih relatif stabil. (gaa)
