WNI di Iran & Oman Diminta Siaga! KBRI Buka Hotline Darurat Usai Serangan AS–Israel

KBRI Teheran dan Muscat minta WNI siaga usai serangan AS–Israel ke Iran. Wilayah udara ditutup, penerbangan dibatalkan, hotline darurat dibuka.

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:00 WIB
WNI di Iran & Oman Diminta Siaga! KBRI Buka Hotline Darurat Usai Serangan AS–Israel
Sejumlah warga terpaksa mengungsi akibat serangan Amerika ke Iran. (Dok Al Jazeera)

HALLONEWS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kian memanas setelah serangan militer terbaru Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2).

Menyikapi situasi tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran (KBRI Teheran) mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Iran untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar rumah.

Melalui pernyataan resmi di Instagram, KBRI meminta WNI tetap tenang namun siaga, serta segera melakukan langkah pengamanan diri bersama keluarga di kediaman masing-masing. WNI juga diminta aktif memberikan pembaruan kondisi keamanan di wilayahnya melalui grup koordinasi yang telah disediakan.

Dalam kondisi darurat, KBRI Teheran membuka hotline konsuler di nomor +989024668889 yang dapat dihubungi setiap saat.

Situasi serupa juga direspons oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Muscat. Perwakilan RI di Oman mengingatkan WNI agar tetap waspada menyusul laporan ledakan, penutupan wilayah udara, serta pembatalan sejumlah penerbangan setelah eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

KBRI Muscat mengimbau WNI untuk mengikuti arahan resmi Pemerintah Oman, memantau informasi dari sumber terpercaya, menghindari perjalanan ke wilayah terdampak konflik, menyiapkan tas darurat berisi dokumen penting.

WNI juga diminta segera melakukan lapor diri melalui laman Peduli WNI Kementerian Luar Negeri guna memudahkan pendataan dan komunikasi apabila situasi memburuk.

Untuk bantuan darurat, KBRI Muscat menyediakan hotline WhatsApp di +968-9600-0210.

Seperti diberitakan sebelumnya serangan terbaru ini menjadi aksi militer kedua pemerintahan Donald Trump terhadap Iran setelah operasi serupa pada Juni 2025.

Washington menyebut langkah tersebut sebagai upaya melindungi kepentingan nasional AS dari dugaan ancaman pengembangan senjata nuklir Teheran.

Sebelumnya, AS dan Iran telah menjalani tiga putaran perundingan tidak langsung yang dimediasi Oman, dengan fokus pada pembatasan pengayaan uranium sebagai imbalan pencabutan sanksi. Namun, pembicaraan di Jenewa pada 26 Februari lalu belum membuahkan kesepakatan konkret sebelum serangan kembali terjadi.

Perkembangan situasi keamanan kawasan yang sangat dinamis membuat WNI di Timur Tengah diminta terus memperbarui informasi dan menjaga komunikasi aktif dengan perwakilan RI setempat.(wib)