Zelenskyy Tantang AS di Munich: “Mengapa Kami yang Diminta Menyerah, Bukan Rusia?”

Zelenskyy marah ke AS! Di Konferensi Keamanan Munich, ia menuding Washington menekan Ukraina agar menyerah pada Rusia, bukan menekan Putin untuk berhenti perang.

Minggu, 15 Februari 2026 - 12:00 WIB
Zelenskyy Tantang AS di Munich: “Mengapa Kami yang Diminta Menyerah, Bukan Rusia?”
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara dalam Konferensi Keamanan Munich, menegaskan bahwa Ukraina tidak akan menyerah pada tekanan untuk berkompromi dengan Rusia. Sky News for Hallonews

HALLONEWS.ID-Ketegangan diplomatik antara Washington dan Kyiv semakin terasa di panggung internasional. Dalam pertemuan dengan Marco Rubio di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy secara terbuka menolak tekanan Amerika Serikat yang dinilainya lebih menuntut konsesi dari Ukraina ketimbang menekan Rusia untuk menghentikan perang.

Rubio mengatakan pertemuan itu membahas isu pertahanan, bantuan ekonomi, dan keamanan jangka panjang Ukraina. Namun di balik pernyataan diplomatik tersebut, suasana diyakini memanas setelah Zelenskyy menyinggung “ketidakseimbangan sikap Washington” terhadap invasi Moskow.

“Amerika terlalu sering membicarakan konsesi — dan sayangnya, selalu dalam konteks Ukraina, bukan Rusia,” ujar Zelenskyy dalam pidatonya yang menuai tepuk tangan panjang di ruang konferensi, Sabtu (14/2/2026) waktu setempat.

Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia, Zelenskyy menyindir keras pendekatan pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump, yang mendorong Kyiv untuk segera mencapai kesepakatan damai dengan Moskow.

“Kami berharap pembicaraan minggu depan benar-benar serius dan bermanfaat. Tapi jujur saja, kadang terasa seolah kedua pihak berbicara tentang dua perdamaian yang berbeda,” katanya dengan nada getir.

Kritik ini muncul hanya sehari setelah Trump menyatakan bahwa “Ukraina harus segera bergerak mencapai kesepakatan dengan Rusia”, pernyataan yang dipandang sebagai tekanan terbuka terhadap pemerintahan Zelenskyy.

“Jika tidak, Ukraina bisa kehilangan kesempatan besar,” ujar Trump dalam konferensi persnya di Washington, Jumat (13/2/2026) waktu setempat.

Rubio Abaikan Forum Eropa, Isyaratkan Strategi Baru AS

Pertemuan Rubio–Zelenskyy di Munich terjadi tak lama setelah Rubio melewatkan sesi utama bersama para pemimpin Eropa yang membahas Ukraina. Langkah itu memicu spekulasi bahwa Washington mulai mengurangi ketergantungan diplomatiknya terhadap mitra Eropa dalam proses perdamaian Ukraina.

Sumber diplomatik menyebut ketidakhadiran Rubio sebagai sinyal pergeseran prioritas Amerika: “AS tampaknya ingin memimpin langsung pembicaraan damai dengan Moskow, tanpa terlalu banyak mediator Eropa,” kata seorang pejabat Uni Eropa yang enggan disebut namanya.

Putaran pembicaraan baru antara Rusia, Ukraina, dan AS dijadwalkan berlangsung pekan depan di Jenewa. Namun harapan terhadap hasil konkret dinilai rendah, setelah pertemuan sebelumnya bulan lalu berakhir tanpa terobosan berarti.

Ukraina bersikeras Rusia harus menarik pasukannya dari wilayah pendudukan sebelum ada pembicaraan lebih lanjut, sementara Moskow menuntut pengakuan resmi atas wilayah yang sudah mereka kuasai di Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.

Bagi Zelenskyy, tekanan AS agar menerima kesepakatan tanpa penarikan penuh dianggap mengkhianati prinsip kedaulatan Ukraina.

Pertemuan di Munich memperlihatkan retaknya koordinasi antara Kyiv dan Washington, yang selama dua tahun terakhir menjadi poros utama koalisi internasional melawan agresi Rusia.

Kini, di tengah kelelahan global terhadap konflik yang belum berakhir, Ukraina tampak semakin sendirian dalam diplomasi internasional.

Zelenskyy menutup pidatonya dengan kalimat tajam yang mencerminkan frustrasinya: “Kita tidak bisa bicara tentang perdamaian jika dunia lebih sibuk membicarakan berapa banyak yang harus dikorbankan Ukraina.” (ren)