PT United Tractors Tbk (UNTR) Rampungkan Akuisisi Tambang Emas Senilai US$540 Juta

PT United Tractors Tbk (UNTR) merampungkan akuisisi tambang emas senilai US$540 juta untuk memperluas portofolio bisnis mineral. Simak dampaknya terhadap kinerja dan pergerakan saham UNTR.

Minggu, 15 Februari 2026 - 12:00 WIB
PT United Tractors Tbk (UNTR) Rampungkan Akuisisi Tambang Emas Senilai US$540 Juta
Kantor pusat United Tractors Tbk (dok Yes Invest)

HALLONEWS.ID – PT United Tractors Tbk. (UNTR) mengumumkan penyelesaian transaksi pembelian tambang emas senilai 540 juta dolar Amerika Serikat melalui dua entitas anak usahanya, PT Danusa Tambang Nusantara dan PT Energia Prima Nusantara, pada 11 Februari 2026.

Transaksi tersebut merupakan bagian dari langkah Perseroan dalam memperluas portofolio bisnis di sektor mineral.

Corporate Secretary UNTR, Ari Setiyawan, menjelaskan bahwa transaksi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan jual beli saham PT Arafura Surya Alam, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan emas.

PT Danusa Tambang Nusantara sebelumnya telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan PT J Resources Nusantara selaku pemegang saham mayoritas PT Arafura Surya Alam.

Pada 12 September 2025, PT Danusa Tambang Nusantara menandatangani perjanjian untuk pembelian 99,99996 persen saham PT Arafura Surya Alam milik PT J Resources Nusantara.

Sementara itu, PT Energia Prima Nusantara menandatangani perjanjian untuk membeli 0,00004 persen saham PT Arafura Surya Alam milik Jimmy Budiarto serta 0,2 persen saham PT Mulia Bumi Persada yang juga dimiliki oleh Jimmy Budiarto.

PT Mulia Bumi Persada merupakan perusahaan yang kepemilikannya dimiliki bersama oleh PT Arafura Surya Alam dan Jimmy Budiarto.

Total nilai perusahaan dalam transaksi ini mencapai 540 juta dolar Amerika Serikat, yang mencakup nilai pembelian saham serta nilai utang pemegang saham dari PT J Resources Nusantara kepada PT Arafura Surya Alam.

Nilai bersih pembelian saham akan disesuaikan dengan pos-pos neraca tertentu PT Arafura Surya Alam pada tanggal penyelesaian transaksi. Ia menyatakan bahwa tujuan rencana transaksi ini adalah untuk memperluas bisnis Perseroan di bidang mineral.

PT United Tractors Tbk. sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor penambangan dengan lima segmen usaha utama, yaitu Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan Batu Bara, Industri Konstruksi, dan Energi.

Segmen Mesin Konstruksi mencakup penjualan dan penyewaan alat berat serta layanan purna jual. Segmen Kontraktor Penambangan menyediakan layanan pertambangan mulai dari desain tambang, eksplorasi, ekstraksi, hauling, barging, hingga transportasi komoditas.

Segmen Pertambangan Batu Bara berfokus pada penambangan dan penjualan batu bara, sedangkan segmen Industri Konstruksi menyediakan jasa konstruksi termasuk pondasi, struktur, pembongkaran, dan pengembangan infrastruktur.

Perseroan merupakan distributor alat berat terbesar di Indonesia dengan merek seperti Komatsu, Komatsu Forest, UD Trucks, Scania, Bomag, dan Tadano. Perseroan merupakan anak usaha dari PT Astra International Tbk. yang memiliki 59,5 persen saham, sementara sisanya dimiliki oleh publik. Sejak 19 September 1989, saham Perseroan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Pergerakan Harga Saham
Saham UNTR terakhir diperdagangkan pada harga Rp29.025 per saham. Dalam satu minggu terakhir, saham menguat 9,94 persen, sementara dalam satu bulan terkoreksi 7,42 persen.

Secara tiga bulanan, saham mencatatkan kenaikan 2,56 persen. Dalam periode satu tahun, saham naik 16,68 persen, sementara dalam tiga tahun meningkat 18,47 persen dan dalam lima tahun menguat 23,40 persen.

Analisis Yesinvest

Dari sisi fundamental, laba bersih tahunan yang dianualisasi menunjukkan tren peningkatan hingga 2022 sebelum mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir.

Laba bersih tercatat sebesar Rp10.280 miliar pada 2021 dan meningkat menjadi Rp21.005 miliar pada 2022. Pada 2023 laba bersih tercatat Rp20.612 miliar, kemudian turun menjadi Rp19.531 miliar pada 2024 dan Rp15.300 miliar pada 2025.

Dari sisi valuasi, saham UNTR saat ini diperdagangkan pada rasio price to earnings sebesar 7,08 kali. Tingkat valuasi tersebut mencerminkan penilaian pasar terhadap kinerja dan prospek Perseroan, dengan ruang yang dinilai relatif moderat dibandingkan dengan laba yang dihasilkan.

Secara teknikal, saham UNTR mengalami pemulihan setelah penurunan signifikan pada pekan sebelumnya dan berhasil menembus resistance sebelumnya.

Kondisi ini membuka peluang kelanjutan penguatan dengan area support terdekat di kisaran 28.125 dan resistance terdekat di kisaran 31.100. Harga saham tercatat bergerak di atas rata-rata pergerakan 20 hari dan 60 hari, yang mengindikasikan kecenderungan uptrend dalam jangka pendek maupun menengah. (Hendeka Putra / Research Analyst Yes Invest)

 

Disclaimer
Artikel ini merupakan produk jurnalistik Hallo News yang disusun berdasarkan informasi, data, dan narasumber yang dianggap kredibel pada saat penulisan. Seluruh konten disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, serta bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat untuk membeli, menjual, maupun menahan instrumen investasi atau produk keuangan tertentu.

Segala keputusan yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pembaca. Hallo News tidak bertanggung jawab atas segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari penggunaan informasi dalam artikel ini.