Orbán Blokir €90 Miliar untuk Ukraina, Kini Minta “Misi Pencarian Fakta” Soal Pipa Druzhba
PM Hungaria Viktor Orbán yang memveto pinjaman €90 miliar Uni Eropa untuk Ukraina kini mengusulkan misi pencarian fakta ke pipa Druzhba, mengakui langkahnya memicu kesulitan politik.

HALLONEWS.ID — Setelah memicu gelombang kritik karena memveto pinjaman €90 miliar untuk Ukraina, Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán kini mengajukan langkah baru: mengirim “misi pencarian fakta” ke pipa minyak Druzhba pipeline di wilayah Ukraina.
Dalam surat yang dikirim pada Kamis (26/2/2026) kepada Presiden António Costa, Orbán menyatakan Hungaria siap mendukung verifikasi teknis atas kerusakan pipa yang terdampak serangan Rusia bulan lalu dan menyebabkan penghentian pasokan minyak.
“Merupakan kepentingan Hungaria untuk memulihkan transfer sesegera mungkin. Hungaria siap untuk terlibat secara konstruktif dalam semua upaya yang berkontribusi pada tujuan ini,” tulis Orbán.
Ia bahkan menyatakan siap menerima hasil temuan misi yang melibatkan ahli dari Hungaria dan Slovakia.
Veto Hungaria atas pinjaman bantuan €90 miliar untuk Kyiv, yang sebelumnya disepakati para pemimpin Uni Eropa pada Desember lalu, langsung memicu tuduhan bahwa Budapest menghambat solidaritas Eropa terhadap Ukraina.
Dalam suratnya pada Kamis (26/2/2026), Orbán mengakui konsekuensi dari langkah tersebut.
“Saya sepenuhnya menyadari kesulitan politik yang ditimbulkan oleh penundaan pelaksanaan kesimpulan Dewan Eropa tentang dukungan keuangan untuk Ukraina,” tulisnya.
Namun, ia menegaskan inisiatif misi pencarian fakta dimaksudkan untuk membantu penyelesaian krisis secara tepat waktu.
Ketegangan dengan Kyiv Memanas
Sebelumnya, pada Senin (23/2/2026), Orbán membalas kritik Costa dengan nada tajam, menilai Hungaria dipaksa menerima kebijakan yang tidak disetujuinya.
“Kita mengambil keputusan yang menguntungkan Ukraina secara finansial yang secara pribadi saya tidak setujui, kemudian Ukraina menciptakan situasi darurat energi di Hungaria, dan Anda meminta saya untuk berpura-pura tidak terjadi apa-apa,” ujarnya.
Pada hari yang sama, ia juga mengirim surat terbuka kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, mengaitkan sengketa energi dengan dinamika politik domestik Hungaria menjelang pemilu 12 April.
“Saya menyerukan kepada Anda untuk mengubah kebijakan anti-Hungaria Anda,” tulis Orbán.
Druzhba, Energi, dan Taruhan Politik
Gangguan pipa Druzhba bukan sekadar isu teknis, melainkan jantung konflik antara keamanan energi dan dukungan finansial untuk Ukraina.
Brussel disebut mendorong percepatan perbaikan pipa sebagai solusi tercepat untuk mencabut veto Hungaria dan membuka jalan bagi pencairan dana €90 miliar.
Alternatif lain adalah jalur pipa Adria melalui Kroasia. Namun, Budapest menolak membayar biaya lebih tinggi untuk minyak non-Rusia.
Situasi ini menempatkan Orbán dalam posisi sulit: mempertahankan kepentingan energi nasional sekaligus menghadapi tekanan politik dari Uni Eropa.
Dengan pengakuannya atas “kesulitan politik” pada Kamis (26/2/2026), langkah misi pencarian fakta bisa dibaca sebagai manuver kompromi, atau sekadar strategi untuk membeli waktu di tengah badai kritik Eropa. (ren)
