PDB China Tembus 140 Triliun Yuan, Tumbuh 5% pada 2025 dan Jadi Penopang Ekonomi Global

PDB China tumbuh 5% pada 2025 dan melampaui 140 triliun yuan untuk pertama kalinya. Perdagangan naik 3,8%, investasi asing melonjak 19,1%, dan kunjungan warga asing meningkat hampir 50%.

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:32 WIB
PDB China Tembus 140 Triliun Yuan, Tumbuh 5% pada 2025 dan Jadi Penopang Ekonomi Global
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok, 27 Februari 2026. Foto: CGTN for Hallonews.

HALLONEWS.ID — Ekonomi China kembali mencetak tonggak sejarah. Produk domestik bruto (PDB) negara itu tumbuh 5 persen secara tahunan pada 2025, menembus 140,1 triliun yuan (sekitar 20 triliun dolar AS) untuk pertama kalinya, menurut data resmi yang dirilis Biro Statistik Nasional China (NBS) pada Sabtu (28/2/2026).

Capaian tersebut menempatkan China sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di antara negara-negara besar dunia pada tahun lalu.

Kontributor Terbesar Pertumbuhan Global

Wakil Kepala NBS, Sheng Laiyun, menyatakan bahwa dengan pertumbuhan 5 persen, China diproyeksikan menyumbang sekitar 30 persen dari pertumbuhan ekonomi global.

“China mempertahankan posisinya sebagai kontributor terbesar dan jangkar penstabil utama bagi perekonomian dunia,” ujar Sheng.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk tren unilateralisme dan proteksionisme di sejumlah kawasan, China disebut tetap berkomitmen mendorong keterbukaan ekonomi berstandar tinggi serta menjaga stabilitas rantai pasok global.

Perdagangan Luar Negeri Tetap Solid

Total impor dan ekspor barang China pada 2025 mencapai 45,4 triliun yuan, meningkat 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Perdagangan dengan negara-negara mitra dalam kerangka Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) tumbuh lebih kuat, naik 6,3 persen, dan menyumbang 51,9 persen dari total perdagangan China.

Sementara itu, perdagangan dengan negara anggota Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) meningkat 5,3 persen secara tahunan.

Data ini menunjukkan semakin dalamnya integrasi ekonomi regional China, terutama dengan negara-negara Asia dan mitra berkembang lainnya.

Lonjakan Investasi Asing

NBS juga melaporkan bahwa sepanjang 2025 terdapat 70.392 perusahaan investasi asing baru yang didirikan di China — naik 19,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 19.000 perusahaan berasal dari investor negara-negara mitra BRI, meningkat 14,7 persen secara tahunan.

Lonjakan ini mencerminkan kepercayaan investor asing terhadap pasar China, meskipun dunia menghadapi tekanan geopolitik dan perlambatan ekonomi di sejumlah kawasan.

Dampak Kebijakan Bebas Visa

Kebijakan perluasan bebas visa China turut mendorong arus kunjungan internasional. Pada 2025 tercatat 30,08 juta kunjungan masuk oleh warga negara asing, meningkat 49,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan hampir 50 persen ini menjadi indikator pemulihan mobilitas global sekaligus daya tarik China sebagai destinasi bisnis dan pariwisata.

Sheng Laiyun menegaskan bahwa di tengah lingkungan eksternal yang kompleks, China tetap aktif berpartisipasi dalam tata kelola ekonomi global.

“Dengan berbagi manfaat pembangunan dengan negara-negara di seluruh dunia dan memikul tanggung jawab pembangunan global, China telah sepenuhnya menunjukkan tanggung jawabnya sebagai negara besar di panggung internasional,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mempertegas posisi China sebagai salah satu motor utama pertumbuhan global, sekaligus aktor penting dalam stabilitas ekonomi dunia.

Tonggak Sejarah Ekonomi

Dengan PDB menembus 140 triliun yuan untuk pertama kalinya, China tidak hanya mencatat rekor nominal baru, tetapi juga memperkuat perannya dalam struktur ekonomi global yang terus berubah.

Di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika perdagangan internasional, angka-angka 2025 menunjukkan bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia ini masih memiliki daya tahan dan kapasitas ekspansi yang signifikan. (ren)