Hari Pertama Masuk Kerja, 3 Persen ASN Pemkot Bogor Absen
Tingkat kehadiran ASN Pemkot Bogor di hari pertama kerja pasca cuti bersama Ramadan 2026 mencapai sekitar 97 persen. BKPSDM masih lakukan validasi data dari seluruh dinas.

HALLONEWS.ID – Hari pertama masuk kerja di lingkungan Pemerintah Kota Bogor setelah cuti bersama Ramadan 1447 H, tingkat kehadiran aparatur sipil negara (ASN) masih dalam proses pendataan.
Dani Rahardian selaku Kepala BKPSDM Kota Bogor menyampaikan bahwa data kehadiran ASN yang tercatat melalui aplikasi Sistem Informasi Kepegawaian (Simpeg) belum sepenuhnya terkumpul dari seluruh perangkat daerah.
Menurutnya, saat ini pihaknya masih melakukan rekapitulasi sekaligus pengecekan langsung ke sejumlah dinas guna memastikan keakuratan data.
“Maaf, ini sedang direkap dulu ya. BKPSDM juga sedang turun ke beberapa dinas untuk mengecek langsung terkait absensi, jadi belum semua laporan terkumpul,” ujar Dani, Rabu (25/3/2026).
Ia menambahkan, proses cross check masih terus dilakukan sehingga angka pasti terkait jumlah ASN yang tidak hadir, termasuk yang cuti, belum bisa dipastikan secara final.
Sementara itu, Denny Mulyadi selaku Sekretaris Daerah Kota Bogor membantah kabar yang menyebut tingkat kehadiran ASN hanya sekitar 90 persen.
Menurutnya, berdasarkan data sementara yang diterima, hanya sekitar 3 persen ASN yang tidak masuk kerja pada hari pertama. “Mana berani ASN tidak masuk. Sekarang pengawasan ketat,” tegas Denny.
Ia menjelaskan, ASN yang belum masuk kerja umumnya masih dalam status cuti atau sedang sakit, bukan karena mangkir tanpa alasan.
“Yang belum masuk karena masih cuti dan ada yang sakit. Di beberapa dinas juga masih ada pegawai yang cuti,” tambahnya.
Monitoring Masih Berlangsung
Hingga saat ini, monitoring kehadiran ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bogor masih terus dilakukan oleh BKPSDM untuk memastikan disiplin pegawai tetap terjaga pasca libur panjang. (opy)
