Mendag Pastikan Stok Bapok Aman Pasca-Lebaran, Harga Justru Turun

Menteri Perdagangan memastikan stok barang kebutuhan pokok pasca Lebaran mencukupi dan harga tetap terkendali setelah meninjau Pasar Minggu bersama Menko Pangan.

Senin, 30 Maret 2026 - 8:30 WIB
Mendag Pastikan Stok Bapok Aman Pasca-Lebaran, Harga Justru Turun
Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok di Pasar Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Foto: Kemendag for Hallonews

HALLONEWS.ID – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan meninjau ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (28/3/2026), atau sekitar satu minggu setelah Lebaran.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Perdagangan memastikan bahwa stok bahan pokok secara umum masih mencukupi dan harga tetap terkendali. Ia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Berdasarkan pantauan kami ke pedagang hari ini, pasokan bapok seperti beras, minyak, cabai, dan lainnya cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi membeli stok berlebihan karena ketersediaan bapok saat ini aman,” ujar Mendag.

Kemendag Pantau Harga Setiap Hari

Mendag menjelaskan, Kementerian Perdagangan terus memantau harga bahan pokok setiap hari, terutama pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Ramadan dan Idulfitri.

Pemantauan dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang memantau harga di ratusan pasar di seluruh Indonesia.

“Kami tidak hanya memantau ke pasar langsung, tetapi juga berkoordinasi dengan daerah melalui SP2KP. Ada sekitar 550 titik pasar yang dipantau dari 514 kabupaten dan kota,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan Perum Bulog dan ID Food untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga komoditas seperti beras SPHP, gula pasir, dan minyak goreng MINYAKITA.

Mendag menyebut minimal 35 persen distribusi MINYAKITA disalurkan melalui BUMN pangan seperti ID Food dan Bulog untuk menjaga stabilitas harga.

Stok dan Harga di Pasar Minggu Stabil

Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan kondisi stok bahan pokok di Pasar Minggu dalam kondisi melimpah dan harga terkendali.

“Persediaan banyak. Beras banyak, ayam stoknya banyak, telur banyak, sayur-sayuran banyak. Secara umum persediaan dan harga-harga terkendali,” kata Zulkifli Hasan.

Sejumlah Harga Komoditas Turun

Hasil pemantauan juga menunjukkan sejumlah harga komoditas mengalami penurunan dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun lalu.

Harga bawang merah turun sekitar 8–10 persen, cabai turun 3–20 persen, dan bawang putih turun hingga 16 persen.

Beberapa harga komoditas di Pasar Minggu bahkan berada di bawah Harga Acuan dan Harga Eceran Tertinggi, seperti beras medium sekitar Rp13.000 per kilogram dan beras premium sekitar Rp14.800 per kilogram.

Harga MINYAKITA juga mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Jika pada tahun sebelumnya mencapai Rp17.200 per liter, tahun ini dapat dijaga di kisaran Rp15.700 per liter.

Pedagang Sebut Pasokan Aman

Sejumlah pedagang di Pasar Minggu juga mengakui pasokan barang masih aman dan harga mulai stabil setelah Lebaran.

Pedagang beras menyebut harga mulai turun seiring musim panen, sementara pedagang telur dan sayur mengatakan pasokan tetap tersedia dan harga relatif stabil.

Secara umum, pemerintah memastikan kondisi pasokan bahan pokok nasional pasca Lebaran dalam keadaan aman dengan harga yang masih terkendali di berbagai daerah. (agn)