Mendag Budi Pastikan Impor Nafta dari AS Pertengahan Mei 2026

Mendag Budi memastikan impor nafta dari Amerika Serikat tiba pertengahan Mei 2026 untuk menjaga pasokan industri plastik di tengah gangguan impor dari Timur Tengah.

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:00 WIB
Mendag Budi Pastikan Impor Nafta dari AS Pertengahan Mei 2026
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menyatakan bahwa pasokan impor bahan baku plastik jenis nafta dari Amerika Serikat (AS). Foto: Kemendag for Hallonews

HALLONEWS.ID – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menyatakan bahwa pasokan impor bahan baku plastik jenis nafta dari Amerika Serikat (AS) diperkirakan mulai masuk ke Indonesia pada pertengahan Mei 2026.

Langkah ini dilakukan pemerintah untuk menjaga pasokan industri petrokimia di tengah terganggunya distribusi nafta dari kawasan Timur Tengah akibat konflik geopolitik.

“Kemarin informasi dari pelaku industri, pasokan itu dijadwalkan tiba pertengahan Mei. Nanti akan kami perbarui lagi perkembangannya,” kata Budi dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, meskipun sempat terjadi kendala pasokan bahan baku, aktivitas produksi industri dalam negeri masih berjalan normal. Pemerintah juga memastikan proses impor tetap dilakukan guna menjaga stabilitas kebutuhan industri.

“Produksi dalam negeri tetap berjalan dan impor juga masih aman,” ujarnya.

Budi menjelaskan pemerintah sempat mencari alternatif sumber pasokan nafta dari sejumlah negara lain, termasuk India dan kawasan Afrika. Namun, pengiriman yang dipastikan datang dalam waktu dekat berasal dari Amerika Serikat.

“Sebelumnya kami mencari opsi dari India dan Afrika, tetapi pengiriman yang akan masuk pertengahan Mei berasal dari Amerika,” jelasnya.

Selama ini, Indonesia diketahui masih cukup bergantung pada pasokan nafta dari Timur Tengah. Nafta sendiri merupakan bahan baku utama industri petrokimia yang digunakan untuk memproduksi berbagai produk turunan seperti plastik, karet sintetis, hingga bahan kimia industri.

Terganggunya pasokan akibat konflik di Timur Tengah disebut menjadi salah satu faktor pemicu kenaikan harga plastik di pasar domestik dalam beberapa bulan terakhir.

“Harga plastik naik karena dampak perang di Timur Tengah. Selama ini bahan baku nafta untuk industri plastik memang banyak diimpor dari kawasan tersebut,” tandas Budi. (agn)