Animo Masyarakat terhadap KA Pangrango Meningkat, Ribuan Penumpang Pilih Kereta saat Libur Panjang

Minat masyarakat menggunakan KA Pangrango terus meningkat selama libur panjang. Kereta api dinilai menjadi transportasi andalan karena nyaman, terjangkau, dan tepat waktu di jalur Bogor–Sukabumi.

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:30 WIB
Animo Masyarakat terhadap KA Pangrango Meningkat, Ribuan Penumpang Pilih Kereta saat Libur Panjang
Statsiun Bogor Paledang. Foto: Hallonews/yopy

HALLONEWS.ID — Minat masyarakat terhadap transportasi umum berbasis rel terus menunjukkan tren positif, terutama pada masa libur panjang. Hal itu terlihat dari tingginya jumlah pemesanan tiket KA Pangrango yang melayani rute Bogor Paledang–Sukabumi.

Hingga pertengahan Mei 2026, 17.689 pelanggan tercatat telah memesan tiket perjalanan untuk memanfaatkan layanan kereta api tersebut selama periode long weekend.

Data tersebut tercatat pada sistem penjualan tiket perusahaan hingga Rabu, 15 Mei 2026, pukul 10.00 WIB pagi.

Tingginya animo masyarakat menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai moda transportasi yang efisien dan nyaman untuk perjalanan antar daerah.

Kereta api menjadi pilihan utama karena mampu memberikan kepastian waktu tempuh di tengah potensi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di jalur Bogor–Sukabumi saat akhir pekan maupun musim liburan.

KA Pangrango melayani relasi Bogor Paledang–Sukabumi dengan pilihan rangkaian kelas Eksekutif dan kelas Ekonomi bagi seluruh pelanggan.

Tarif yang ditawarkan untuk perjalanan antar wilayah ini dimulai dari harga Rp40.000 untuk setiap satu tiket keberangkatan.

Selain itu, tarif perjalanan yang relatif terjangkau turut menjadi daya tarik bagi masyarakat dari berbagai kalangan.

KA Pangrango sendiri melayani perjalanan dengan pilihan kelas ekonomi dan eksekutif. Dalam satu kali perjalanan, kereta melintasi sejumlah wilayah seperti Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Cibadak, hingga Cisaat sebelum tiba di Sukabumi dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 40 menit.

Vice President Corporate Communication KAI Indonesia, Anne Purba, mengatakan kereta api kini menjadi sarana mobilitas penting bagi masyarakat di wilayah Bogor dan Sukabumi.

Menurutnya, kehadiran KA Pangrango memberikan alternatif perjalanan yang lebih efektif, terutama ketika volume kendaraan di jalur darat meningkat signifikan selama masa liburan.

“KA Pangrango memberikan pilihan perjalanan yang lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat. Saat volume kendaraan meningkat pada long weekend, kereta api menghadirkan kepastian waktu tempuh sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman,” ujar Anne, dikutip wartawan media ini Sabtu (16/5/2026).

Selain mendukung mobilitas harian, layanan kereta api juga dinilai membantu meningkatkan akses menuju berbagai destinasi wisata di sepanjang lintas Bogor–Sukabumi.

Sejumlah kawasan wisata seperti Lido, Situgunung, dan kawasan heritage Batutulis kini lebih mudah dijangkau menggunakan transportasi publik berbasis rel.

Konektivitas antarmoda juga terus diperkuat melalui integrasi Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang menggunakan fasilitas skybridge.

“Kereta api telah menjadi sarana penghubung krusial bagi warga di wilayah Bogor hingga Sukabumi. Keberadaan jalur kereta ini turut memperluas akses wisatawan menuju berbagai destinasi menarik di sepanjang lintas Bogor–Sukabumi tersebut. Wisatawan kini lebih mudah menjangkau kawasan Lido, Situgunung, hingga kawasan heritage Batutulis dengan menggunakan transportasi berbasis rel,” ujarnya.

“Konektivitas antarmoda juga semakin diperkuat melalui penyediaan fasilitas skybridge yang menghubungkan Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang,” katanya lagi.

Integrasi dengan layanan transportasi umum lain seperti Trans Pakuan dan JR Connexion semakin memudahkan masyarakat dalam melanjutkan perjalanan.

Peningkatan jumlah pengguna juga terlihat dari pertumbuhan volume pelanggan di Stasiun Bogor Paledang sepanjang Triwulan I 2026 mencapai angka 127.510 orang pada periode Triwulan I 2026.

Angka tersebut mencatat pertumbuhan sebanyak 410 persen bila dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Data menunjukkan adanya kenaikan signifikan baik pada jumlah penumpang berangkat maupun penumpang turun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, volume pelanggan turun tercatat sebanyak 130.515 orang yang menggunakan layanan transportasi kereta api tersebut secara rutin. Jumlah tersebut mengalami lonjakan sebesar 561 persen jika dibandingkan dengan data pada Triwulan I tahun 2025 kemarin.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Indonesia, Wisnu Pramudya, menilai pertumbuhan tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel.

“Pertumbuhan jumlah pelanggan ini membuktikan bahwa Stasiun Bogor Paledang telah berkembang menjadi simpul mobilitas baru di selatan Jabodetabek, karena transportasi publik yang terintegrasi,” tegasnya.

Ia menegaskan KAI akan terus menjaga keandalan layanan KA Pangrango guna mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan secara berkelanjutan. (opy)