Menkeu: Hambatan Investasi Harus Dipangkas, Ini Strategi Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah memperkuat strategi debottlenecking untuk mengatasi hambatan investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

HALLONEWS.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah terus memperkuat strategi “debottlenecking” sebagai langkah untuk mengatasi berbagai hambatan investasi dan kegiatan usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi.
Hal tersebut disampaikan Purbaya dalam seminar yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi Group bertajuk “Mengurai Bottleneck Pertumbuhan Ekonomi: Sinergi Fiskal, Moneter, dan Dunia Usaha Menuju Indonesia 6%” di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Dalam paparannya, Purbaya menjelaskan bahwa terdapat dua hambatan utama yang selama ini mempengaruhi iklim investasi di Indonesia, yaitu hambatan pada aspek kebijakan serta hambatan dalam pelaksanaan kegiatan usaha di lapangan.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, pemerintah membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) yang bertugas mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha dalam menjalankan bisnis.
Satgas tersebut bekerja lintas kementerian dan lembaga serta fokus menyelesaikan permasalahan secara langsung melalui sidang aduan dalam kanal debottlenecking.
“Jadi semua pelaku bisnis di Indonesia baik domestik maupun asing bisa lapor ke kita. Ini ada banyak pengaduan, sampai 6 April ada 112 pengaduan, 52 pengaduan sudah disidangkan,” ujar Purbaya.
Purbaya menegaskan bahwa “debottlenecking” tidak hanya menyelesaikan persoalan per kasus, tetapi juga memperbaiki sistem dan regulasi yang menghambat investasi.
“Kalau di atas kertas sudah bagus, tapi di lapangan tidak ada yang jalan. Jadi saya kembali lagi lihat di lapangan, kalau ada masalah di peraturan, kita betulin peraturannya,” jelasnya.
Menurutnya, sektor swasta memiliki kontribusi sangat besar terhadap perekonomian nasional, yakni sekitar 90 persen. Oleh karena itu, pemerintah berkepentingan memastikan dunia usaha dapat menjalankan kegiatan bisnis dengan baik tanpa hambatan.
“Jadi saya berkepentingan untuk memastikan sektor swasta bisa melakukan bisnis dengan baik tanpa kendala. Itu salah satu resep untuk memastikan kita bisa tumbuh ke arah 8%,” kata Purbaya.
Ia juga menyampaikan optimisme terhadap prospek perekonomian Indonesia ke depan seiring dengan semakin sinkronnya kebijakan fiskal dan moneter serta perbaikan iklim investasi melalui penguatan debottlenecking yang dilakukan pemerintah.
Pemerintah berharap langkah tersebut dapat mempercepat investasi, memperbaiki iklim usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju target pertumbuhan yang lebih tinggi dalam beberapa tahun mendatang. (ren)
