36 Saksi Diperiksa, Polisi Dalami Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur
Polisi telah memeriksa 36 saksi terkait kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang.

HALLONEWS.ID – Kepolisian Daerah Metro Jaya terus mendalami kasus tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line jurusan Kampung Bandan–Cikarang di Stasiun Bekasi Timur. Hingga kini, penyidik telah memeriksa sebanyak 36 saksi.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan puluhan saksi tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari petugas kepolisian, korban, warga sekitar, hingga pihak terkait lainnya.
“Saksi terdiri dari petugas kepolisian, korban, masyarakat di lokasi kejadian, serta pihak terkait seperti operator taksi listrik Green SM, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan instansi terkait,” ujarnya di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Sejumlah saksi yang telah diperiksa antara lain pelapor serta saksi dalam laporan polisi, kemudian 11 korban kecelakaan, serta delapan orang yang berada di lokasi kejadian seperti penjaga palang pintu, pedagang, hingga warga setempat.
Selain itu, polisi juga meminta keterangan dari pengemudi taksi listrik Green SM yang diduga menjadi pemicu awal insiden, serta staf operasional perusahaan tersebut.
Dari unsur perkeretaapian, penyidik turut memeriksa sejumlah petugas operasional, termasuk masinis KA Argo Bromo Anggrek dan KRL, pengatur perjalanan kereta api, petugas sinyal, hingga pengendali perjalanan.
Tak hanya itu, sejumlah instansi pemerintah juga dimintai keterangan, di antaranya Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Dinas Bina Marga, serta Dinas Pekerjaan Umum Kota Bekasi.
Budi menambahkan, proses penyelidikan masih terus berjalan dengan agenda pemeriksaan tambahan terhadap saksi lain, termasuk pihak manajemen perusahaan terkait dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
“Kami juga akan mengirimkan surat permintaan menghadirkan saksi, berkoordinasi dengan dinas perhubungan, serta menghadirkan saksi ahli dari laboratorium forensik,” jelasnya.
Selain pemeriksaan saksi, polisi juga tengah mengumpulkan barang bukti, membuat sketsa tempat kejadian perkara, serta menunggu hasil visum korban dari rumah sakit.
Kronologi Kejadian
Kecelakaan tragis ini terjadi pada Senin (27/4) malam di kawasan Bekasi Timur. Insiden tersebut menewaskan 16 orang dan menyebabkan sekitar 90 orang lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa bermula dari sebuah taksi listrik Green SM yang mengalami korsleting saat melintas di perlintasan rel dekat stasiun. Kendaraan tersebut kemudian berhenti di jalur kereta.
Akibat kejadian itu, KRL Commuter Line tertahan di lokasi. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang di jalur yang sama dengan kecepatan tinggi.
Benturan tak terhindarkan ketika KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti. Dampaknya, gerbong belakang—khusus wanita—mengalami kerusakan parah dan menimbulkan banyak korban jiwa.
Pihak kepolisian memastikan akan terus mengusut tuntas penyebab kecelakaan guna menentukan pihak yang bertanggung jawab. (agn)
