Fakta Terbaru Tragedi Maut Kereta Bekasi Timur, 5 Penumpang Belum Pulih
Polda Metro Jaya mengungkap lima korban tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur masih dirawat. Tragedi itu menewaskan 16 orang.

HALLONEWS.ID – Polisi menyebut masih ada lima korban tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Kecelakaan maut itu menewaskan 16 orang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, para korban yang masih dirawat tersebar di empat rumah sakit berbeda di wilayah Bekasi. Hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif.
“Untuk kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, hingga saat ini masih terdapat lima orang korban yang menjalani perawatan,” kata Budi, Minggu (24/5/2026).
Dari lima korban tersebut, dua orang dirawat di RS Primaya Bekasi Timur. Sementara masing-masing satu korban lainnya masih mendapatkan penanganan medis di RSUD Kabupaten Bekasi, RS Primaya Bekasi Barat, dan Eka Hospital Harapan Indah.
Menurut polisi, sebagian besar korban lain yang sebelumnya sempat menjalani perawatan kini sudah diperbolehkan pulang dan kembali ke rumah masing-masing. “Yang lainnya masih rawat jalan untuk tahap penyembuhan,” ucapnya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan, kecelakaan kereta di Bekasi Timur menyebabkan total 124 korban. Hal itu diungkapkan Menhub dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dudy menyebut sebanyak 16 orang meninggal dunia, lima korban masih dirawat, sementara 103 lainnya telah kembali ke rumah. “Kejadian ini mengakibatkan 124 korban termasuk 16 korban meninggal dunia, lima korban dirawat dan 103 korban yang sudah pulang,” katanya.
Ia kembali menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap para korban luka segera pulih. “Semoga para korban yang masih dirawat di rumah sakit segera diberikan kesembuhan,” ujarnya. (dul)
