Myanmar Mulai Melunak, ASEAN Soroti Pembebasan Ribuan Tahanan Politik

Indonesia menilai situasi politik Myanmar mulai menunjukkan perkembangan positif pasca pemilu. ASEAN mencatat pembebasan ribuan tahanan politik.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:30 WIB
Myanmar Mulai Melunak, ASEAN Soroti Pembebasan Ribuan Tahanan Politik
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan sejumlah langkah yang dilakukan pemerintah Myanmar mendapat perhatian positif. Foto: YouTube Setpres for Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah Indonesia menilai mulai muncul perkembangan baru dalam situasi politik Myanmar pasca pelaksanaan pemilu dan pembentukan pemerintahan baru di negara tersebut.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan sejumlah langkah yang dilakukan pemerintah Myanmar belakangan ini mendapat perhatian positif dari negara-negara anggota ASEAN.

Pernyataan itu disampaikan Sugiono usai mengikuti sesi retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Sugiono, sejak awal Indonesia mendorong agar proses pemilu di Myanmar berlangsung inklusif dan mampu menjadi pintu masuk menuju penyelesaian konflik serta perdamaian nasional.

Ia menyebut, setelah pemerintahan baru terbentuk, ASEAN mencatat adanya perkembangan berupa pembebasan lebih dari 6.000 tahanan politik serta perubahan status penahanan terhadap tokoh oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi.

“Saya kira ini merupakan satu progres dalam rangka memenuhi five-point consensus,” ujar Sugiono.

Meski demikian, Indonesia menegaskan penyelesaian krisis Myanmar tetap harus mengacu pada five-point consensus atau lima poin konsensus ASEAN yang selama ini menjadi dasar pendekatan kawasan terhadap konflik di negara tersebut.

Sugiono mengatakan negara-negara ASEAN sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan keterlibatan dengan Myanmar guna mendorong terciptanya solusi damai yang dipimpin oleh Myanmar sendiri.

“Negara-negara anggota harus terus memberikan perhatian dan terus men-engage Myanmar,” katanya.

Five-point consensus ASEAN sendiri mencakup penghentian kekerasan, dialog konstruktif antar pihak terkait, penunjukan utusan khusus ASEAN, penyaluran bantuan kemanusiaan, serta kunjungan utusan ASEAN ke Myanmar untuk bertemu seluruh pihak terkait konflik. (agn)