IPB University Latih KWT Geulis Bogor Olah Talas Jadi Produk Bernilai Ekonomi

IPB University melalui LPA2I memberikan pelatihan pengolahan talas kepada KWT Geulis di Kota Bogor. Program ini mendorong lahirnya produk olahan talas bernilai tambah seperti stik talas dan produk frozen

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:03 WIB
IPB University Latih KWT Geulis Bogor Olah Talas Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Ibu-ibu KWT geulis diajari IPB olah talas bernilai ekonomi. (Humas IPB for hallonews)

HALLONEWS.ID – IPB University melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) mengadakan pelatihan pengolahan talas bagi ibu-ibu Kelompok Wanita Tani Geulis di Kelurahan Situgede, Kota Bogor.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan komoditas lokal menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah dan peluang usaha menjanjikan.

Pelatihan menghadirkan dosen IPB University dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Antin Suswantinah, yang memberikan materi sekaligus pendampingan praktik pengolahan talas menjadi berbagai produk pangan, salah satunya stik talas.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta mampu mengembangkan olahan talas menjadi produk bernilai tambah yang dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Antin Suswantinah kepada wartawan media ini Selasa (12/5/2026).

Kegiatan dilakukan secara aplikatif melalui praktik langsung agar peserta dapat memahami tahapan pengolahan secara menyeluruh dan mampu memproduksinya secara mandiri di lingkungan masing-masing.

Selain keterampilan teknis, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai peluang usaha berbasis komoditas lokal.

Materi yang diberikan meliputi karakteristik talas sebagai bahan baku, teknik pengolahan produk frozen, pembuatan stik talas, hingga olahan getuk talas.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada tiga metode pengolahan stik talas, yakni talas yang digoreng sebelum dibekukan, dikukus terlebih dahulu sebelum dibekukan, serta metode pembekuan langsung setelah talas dipotong.

Tak hanya fokus pada proses produksi, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai standar kebersihan pangan, teknik pengemasan produk, serta strategi pemasaran agar produk olahan memiliki daya saing di pasar.

Menurut Antin Suswantinah, pelatihan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengembangkan produk olahan talas yang bernilai ekonomi lebih tinggi sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal.

Melalui program ini, IPB University berharap masyarakat dapat memanfaatkan komoditas talas secara optimal sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan. (opy)