Satgas PRR Gaspol Pulihkan Ekonomi Korban Bencana Sumatera

Satgas PRR Pascabencana Sumatera mempercepat pemulihan ekonomi dan pembangunan infrastruktur pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:35 WIB
Satgas PRR Gaspol Pulihkan Ekonomi Korban Bencana Sumatera
Ketua Tim Pengarah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Pratikno, usai rapat bersama Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian. Foto: Kemendagri for Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah memprioritaskan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera sekaligus memperkuat langkah mitigasi guna mencegah dampak lanjutan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Tim Pengarah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Pratikno, usai menggelar rapat bersama Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.

Menurut Pratikno, pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi warga yang terdampak agar kehidupan masyarakat bisa kembali berjalan normal.

Berbagai langkah strategis disiapkan secara paralel, mulai dari normalisasi sungai, pemulihan area pertanian dan tambak, perbaikan jalur distribusi logistik, hingga penguatan sektor perdagangan dan UMKM masyarakat setempat.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program padat karya untuk menjaga perputaran ekonomi warga sekaligus membuka lapangan pekerjaan sementara bagi masyarakat terdampak.

“Kebutuhan mendesak masyarakat harus tetap terpenuhi, tetapi aktivitas ekonomi juga harus segera dipulihkan agar masyarakat bisa bangkit kembali,” ujar Pratikno dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan percepatan pemulihan tersebut juga menjadi langkah antisipasi terhadap potensi bencana susulan, terutama banjir akibat kondisi sungai yang belum sepenuhnya dinormalisasi pascabencana sebelumnya.

Pratikno menekankan pembangunan kembali infrastruktur di wilayah terdampak harus memperhatikan aspek ketahanan terhadap perubahan iklim dan risiko hidrometeorologi di masa depan.

“Infrastruktur yang dibangun kembali harus lebih kuat dan siap menghadapi ancaman bencana ke depan,” katanya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang juga menjabat Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera menilai percepatan rehabilitasi infrastruktur menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurut Tito, pemerintah saat ini memprioritaskan sejumlah sektor vital seperti normalisasi sungai, perbaikan jalan dan jembatan, hingga pemulihan sektor perdagangan, pertanian, dan tambak masyarakat.

“Yang paling utama saat ini adalah penguatan infrastruktur dan pemulihan sektor ekonomi agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal,” ujar Tito.

Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak di tiga wilayah bencana agar masyarakat tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara.

Tito mengatakan penyediaan huntap menjadi langkah penting untuk membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan secara lebih layak dan berkelanjutan setelah terdampak bencana. (agn)