Negosiasi Panas! RI Hubungi Langsung Pembajak Demi Selamatkan 4 WNI di Somalia

Kemenlu menyatakan pemerintah Indonesia telah berkomunikasi langsung dengan pembajak kapal MT Honour 25 untuk menyelamatkan empat WNI yang disandera di perairan Somalia.

Kamis, 21 Mei 2026 - 8:00 WIB
Negosiasi Panas! RI Hubungi Langsung Pembajak Demi Selamatkan 4 WNI di Somalia
Menteri Luar Negeri RI Sugiono memberi penjelasan tentang upaya pembebasan 4 WNI di Somalia. Foto: YouTube Setpres for Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah Indonesia terus mengintensifkan upaya penyelamatan empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penyanderaan di perairan Somalia.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyebut komunikasi tidak hanya dilakukan dengan berbagai pihak terkait, tetapi juga telah menjangkau kelompok pembajak secara langsung.

“Kami terus berkomunikasi, termasuk dengan pihak pembajak,” ujar Sugiono usai rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Menurut Sugiono, langkah diplomasi dan negosiasi dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri. Kementerian Luar Negeri menggandeng Kedutaan Besar RI di Nairobi, Kenya, Kedutaan Besar RI di Islamabad, Pakistan, serta Konsulat Jenderal RI di Karachi guna memperkuat koordinasi penanganan kasus tersebut.

Keempat WNI yang disandera diketahui merupakan anak buah kapal (ABK) MT Honour 25 yang dibajak di wilayah perairan dekat Hafun, Somalia timur laut, pada 22 April 2026.

Selain empat WNI, kapal tersebut juga diawaki warga negara lain, yakni 10 warga Pakistan, satu warga India, dan satu warga Myanmar. Para WNI yang menjadi korban berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Pemerintah memastikan keselamatan seluruh awak kapal menjadi prioritas utama dalam proses penanganan kasus ini. Karena itu, berbagai jalur komunikasi dan diplomasi terus dibuka agar proses pembebasan dapat berjalan aman.

Sebelumnya, Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah menyampaikan kondisi empat WNI tersebut masih dalam keadaan baik meski proses negosiasi masih berlangsung.

Tak hanya fokus pada pembebasan, pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar para sandera tetap diperhatikan. Kemlu turut mengupayakan agar logistik bagi awak kapal tersedia dan hak-hak pekerja, termasuk pembayaran gaji oleh perusahaan terkait, tetap dipenuhi.

Koordinasi juga dilakukan dengan otoritas lokal di Somalia, tokoh masyarakat setempat, hingga pihak perusahaan pelayaran guna mempercepat penyelesaian kasus pembajakan tersebut.

Pemerintah menegaskan akan terus mengawal proses penyelamatan sampai seluruh WNI dapat kembali dengan selamat ke Tanah Air. (agn)