Dompet Dhuafa Siapkan Kurban untuk Palestina, Daging Diproses di India
Dompet Dhuafa menyiapkan program kurban untuk Palestina dengan pemotongan kerbau di India dan distribusi daging beku hingga daging kaleng ke Gaza serta negara sekitar.

HALLONEWS.ID – Dompet Dhuafa kembali menjalankan program kemanusiaan internasional melalui Tebar Hewan Kurban 1447 H dengan menyiapkan distribusi kurban untuk pengungsi Palestina dan sejumlah negara terdampak krisis kemanusiaan.
Dalam program tahun ini, proses penyembelihan hewan kurban tidak dilakukan langsung di Gaza. Langkah tersebut diambil karena faktor keamanan serta keterbatasan ketersediaan hewan ternak di wilayah Palestina.
Manager Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, Syamsul Ardiansyah, mengatakan pemotongan hewan kurban akan dilakukan di India dengan menggunakan kerbau sebagai hewan utama.
“Jadi kita akan potong kerbau dari India nanti kemudian dikirim ke Palestina. Kami tidak melakukan pemotongan hewan hidup di Gaza karena pertimbangan keamanan dan juga ketersediaan hewan kurban yang bisa disembelih,” ujar Syamsul.
Menurutnya, India dipilih karena memiliki ketersediaan kerbau yang melimpah dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan pengadaan hewan hidup di Palestina.
Setelah proses penyembelihan, daging kurban akan dikemas dalam bentuk frozen meat atau daging beku sebelum didistribusikan kepada para pengungsi Palestina di sejumlah wilayah seperti Tepi Barat, Lebanon, Suriah, Yordania, Turki, hingga Mesir.
Tak hanya itu, sebagian daging kurban juga akan dikirim ke pabrik pengolahan di Mesir dan Dubai untuk diproduksi menjadi daging kaleng. Produk tersebut nantinya terdiri dari dua jenis, yakni pure meat berupa daging utuh siap santap tanpa tambahan bumbu serta meat with sauce yang telah dibumbui sesuai selera masyarakat Palestina.
Produk kaleng diprioritaskan untuk distribusi ke Gaza karena memiliki masa simpan lebih panjang dan dinilai lebih sesuai dengan tantangan distribusi bantuan kemanusiaan di wilayah konflik.
“Kita khususkan untuk bisa dikirimkan masuk ke Gaza kenapa kita buat dalam bentuk kaleng karena mempertimbangkan masa guna. Dengan bentuk kaleng, bantuan bisa diterima warga Palestina khususnya di Gaza dalam kurun waktu tidak kurang dari enam bulan,” lanjut Syamsul.
Selain Palestina, Dompet Dhuafa juga memperluas distribusi kurban ke tujuh negara yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan, yakni Myanmar, Somalia, Suriah, Lebanon, Yordania, Sudan, dan Palestina. Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi bersama tiga mitra global.
Pada program Tebar Hewan Kurban 1447 H, Dompet Dhuafa menargetkan penghimpunan sedikitnya 142 ekor kerbau untuk Palestina. Namun, lembaga filantropi tersebut berharap jumlah kurban yang terkumpul dapat mencapai 300 ekor agar manfaatnya menjangkau lebih banyak pengungsi Palestina di berbagai negara.(adv)
