Lima Bulan Dibudidayakan, Sidat Nusakambangan Bersiap Panen Perdana

Budidaya sidat di Nusakambangan bersiap melakukan panen parsial perdana setelah lima bulan pemeliharaan. Panen bertahap dilakukan untuk menjaga ukuran ikan sesuai kebutuhan pasar dan meningkatkan nilai ekonominya.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:24 WIB
Lima Bulan Dibudidayakan, Sidat Nusakambangan Bersiap Panen Perdana
Tambak budidaya sidat di kawasan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, bersiap melaksanakan panen parsial perdana setelah lima bulan masa pemeliharaan. Foto: Hallonews/Feris Pakpahan

HALLONEWS.ID – Budidaya sidat di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, memasuki tahap penting.

Setelah lima bulan pemeliharaan, pengelola bersiap melakukan panen parsial perdana guna memenuhi kebutuhan pasar yang memiliki standar ukuran tertentu.

Pendamping budidaya sidat, Ruddy Sutomo, menjelaskan panen dilakukan secara bertahap dan tidak sekaligus mengangkat seluruh ikan yang ada di kolam.

“Metode panen parsial dipilih untuk memisahkan sidat yang sudah mencapai ukuran konsumsi dengan ikan yang masih membutuhkan waktu pembesaran,” ujar Ruddy kepada Hallonews, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, pasar saat ini lebih banyak menyerap sidat dengan bobot sekitar 250 hingga 400 gram per ekor. Karena itu, pengelola harus memastikan ukuran ikan tetap sesuai kebutuhan konsumen.

“Kalau dibiarkan terlalu lama, ukuran sidat bisa melampaui kebutuhan pasar dan justru menyulitkan proses pemasaran. Kami harus menjaga ukuran sesuai permintaan konsumen agar nilai ekonominya tetap optimal,” katanya.

Ruddy menuturkan program budidaya sidat di Nusakambangan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pelatihan keterampilan bagi warga binaan.

Puluhan warga binaan dilibatkan dalam berbagai tahapan budidaya, mulai dari pengelolaan kolam, pemberian pakan, pemantauan pertumbuhan ikan, hingga persiapan panen.

“Mereka bekerja bersama tenaga berpengalaman sehingga memperoleh pengalaman kerja nyata yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pembinaan,” jelasnya.

Ia berharap panen parsial perdana ini menjadi langkah awal bagi pengembangan budidaya sidat yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

“Panen ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan program budidaya sidat dan membuka peluang ekonomi yang lebih besar ke depan,” pungkasnya. (fer)