KAI Properti Perpanjang Peron Stasiun Bogor untuk Dukung Operasional KRL 12 Kereta
KAI Properti memperpanjang peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor guna mendukung operasional KRL Commuter Line formasi 12 kereta serta meningkatkan kapasitas dan kenyamanan penumpang.

HALLONEWS.ID – KAI Properti terus melanjutkan proyek pengembangan infrastruktur di Stasiun Bogor melalui perpanjangan peron pada jalur 6, 7, dan 8.
Proyek ini dilakukan untuk mendukung peningkatan kapasitas layanan KRL Commuter Line yang akan menggunakan rangkaian 12 kereta (SF12).
Pengembangan tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi fasilitas perkeretaapian sekaligus menjawab kebutuhan transportasi publik yang terus meningkat di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Dalam proyek ini, peron jalur 6 dan 7 diperpanjang dari 201 meter menjadi 251 meter. Sementara itu, peron jalur 8 yang sebelumnya memiliki panjang 204 meter diperluas hingga mencapai 252 meter.
Perpanjangan peron dilakukan agar stasiun dapat mengakomodasi operasional KRL dengan formasi 12 kereta. Sebelumnya, layanan KRL di lintas tersebut masih didominasi rangkaian 10 kereta.
Sekretaris Perusahaan KAI Properti, Agus Junaedi, mengatakan peningkatan fasilitas di Stasiun Bogor merupakan langkah strategis untuk mendukung kapasitas angkut penumpang sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi berbasis rel.
“Pengembangan infrastruktur ini merupakan bentuk dukungan KAI Properti terhadap peningkatan kualitas layanan transportasi publik berbasis rel,” kata Agus, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, fasilitas yang tengah dibangun diharapkan mampu memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna KRL sekaligus menunjang operasional perkeretaapian yang semakin andal dan efisien.
Ia menambahkan, proyek tersebut juga menjadi bagian dari komitmen KAI Group dalam memperkuat modernisasi infrastruktur perkeretaapian nasional serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah pekerjaan utama dalam proyek ini telah rampung, di antaranya pembangunan struktur peron dan hall, pemasangan jalur rel, serta pekerjaan Listrik Aliran Atas (LAA).
Adapun pekerjaan yang masih berlangsung meliputi pemasangan struktur baja, pemasangan atap peron, serta penyelesaian pekerjaan arsitektur.
KAI Properti memastikan seluruh tahapan pembangunan dilaksanakan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan. Aspek keselamatan kerja, kualitas konstruksi, dan ketepatan waktu penyelesaian menjadi perhatian utama selama proyek berlangsung.
Selain itu, pekerjaan dilakukan dengan mempertimbangkan operasional stasiun yang tetap aktif melayani penumpang setiap hari, sehingga perjalanan kereta api dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan aman dan lancar.
Memasuki tahap akhir, proyek perpanjangan peron akan dilanjutkan dengan pekerjaan pengaspalan, pemasangan railing peron, pekerjaan Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP), penyempurnaan fasilitas pendukung, hingga pembersihan area proyek.
Melalui pengembangan ini, KAI Properti berharap kapasitas layanan di Stasiun Bogor semakin meningkat, arus penumpang menjadi lebih lancar, serta keselamatan dan kenyamanan pengguna KRL terus terjaga.
Proyek ini juga diharapkan mendukung terwujudnya sistem transportasi perkeretaapian yang modern, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia. (opy)
