Dukung Pemulihan Psikososial, Dompet Dhuafa Gelar Terapi Bertani untuk Disabilitas Mental di Bogor

Dompet Dhuafa menggelar terapi bertani bagi penyandang disabilitas mental di Bogor sebagai bagian dari rehabilitasi psikososial untuk meningkatkan kemandirian dan pemulihan.

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:05 WIB
Dukung Pemulihan Psikososial, Dompet Dhuafa Gelar Terapi Bertani untuk Disabilitas Mental di Bogor
Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) menggelar terapi okupasi berbasis pertanian bagi penyandang disabilitas mental di lahan Yayasan Daarul Miftah Mulia (YDMM) Ibnu Ruslan, Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2026). (Dompet Dhuafa for Hallonews).

HALLONEWS.ID – Memperingati 33 tahun pengabdian, Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) menggelar terapi okupasi berbasis pertanian bagi penyandang disabilitas mental di lahan Yayasan Daarul Miftah Mulia (YDMM) Ibnu Ruslan, Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2026).

Program ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi psikososial yang memanfaatkan aktivitas bertani sebagai media terapi untuk membantu pemulihan kondisi mental sekaligus meningkatkan kemampuan sosial para peserta.

Sebanyak lebih dari 30 kawan binaan YDMM mengikuti kegiatan tersebut. Mereka diajak memanen jagung serta mengelola hasil kebun sebagai bagian dari latihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan motorik, rasa tanggung jawab, kemandirian, hingga keterampilan berinteraksi dengan orang lain.

Tim PDM LPM Dompet Dhuafa, Irawan, mengatakan bahwa kegiatan di alam terbuka memiliki manfaat positif bagi proses pemulihan penyandang disabilitas mental.

“Meningkatkan fungsi kognitif dan emosional kawan disabilitas mental melalui kegiatan produktif di alam terbuka,” ujar Irawan.

Menurutnya, terapi pertanian hanyalah salah satu dari berbagai pendekatan rehabilitasi yang dijalankan LPM Dompet Dhuafa. Selain berkebun dan bertani, para peserta juga mengikuti terapi melalui aktivitas sosial, seperti membersihkan tempat ibadah, taman bermain, jalan umum, serta fasilitas publik lainnya.

Tak hanya itu, aspek spiritual juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Dompet Dhuafa secara rutin mengadakan kegiatan keagamaan seperti mengaji, berdoa, dan bershalawat untuk memberikan dukungan mental dan spiritual kepada para peserta.

“Dompet Dhuafa sangat dan penuh perhatian terhadap mereka yang saat ini mengalami gangguan kejiwaan. Kami ingin mereka menjadi lebih baik dan lebih bisa diterima oleh masyarakat ketika mereka kembali ke rumah,” kata Irawan.

Pendekatan yang diterapkan LPM Dompet Dhuafa sejalan dengan konsep rehabilitasi psikososial yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif penyandang disabilitas mental dalam aktivitas produktif, bukan hanya mengandalkan penanganan medis.

Melalui berbagai terapi berbasis aktivitas tersebut, peserta diharapkan dapat membangun kembali rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari, serta mempersiapkan diri untuk kembali berinteraksi dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Program terapi pertanian ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen Dompet Dhuafa dalam memberikan layanan sosial yang berkelanjutan. Selama lebih dari tiga dekade, lembaga filantropi Islam tersebut terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui lima pilar utama, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan kebencanaan, serta dakwah dan budaya.

Melalui peringatan 33 tahun pengabdiannya, Dompet Dhuafa berharap program rehabilitasi seperti terapi bertani ini dapat memberikan manfaat nyata bagi penyandang disabilitas mental, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk pulih, mandiri, dan diterima kembali di lingkungan sosialnya. (adv)