Badan Geologi Bongkar Hoaks Video Erupsi Anak Krakatau yang Viral di Media Sosial

Badan Geologi memastikan video viral yang diklaim erupsi Gunung Anak Krakatau adalah hoaks dan meminta masyarakat mengandalkan informasi resmi.

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:30 WIB
Badan Geologi Bongkar Hoaks Video Erupsi Anak Krakatau yang Viral di Media Sosial
Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan video yang viral di media sosial yang memperlihatkan erupsi Gunung Anak Krakatau hoaks. (Tangkapan layar for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan video yang viral di media sosial dan diklaim memperlihatkan erupsi Gunung Anak Krakatau merupakan informasi palsu atau hoaks. Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan rekaman yang belum terverifikasi.

Video tersebut memperlihatkan sebuah gunung berapi di tengah laut yang memuntahkan lava dan semburan api ke langit pada malam hari. Rekaman yang disebut diambil dari atas kapal itu ramai dibagikan warganet dan dikaitkan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir.

Menindaklanjuti beredarnya video tersebut, Badan Geologi melakukan proses verifikasi dan memastikan rekaman itu tidak berkaitan dengan aktivitas terkini Gunung Anak Krakatau.

“Dari hasil verifikasi, video yang beredar bukan merupakan rekaman erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi saat ini sehingga informasi tersebut merupakan hoaks,” demikian keterangan Badan Geologi melalui situs resminya, Minggu (5/7/2026).

Badan Geologi menjelaskan, Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif tipe A yang berada di perairan Selat Sunda. Aktivitas vulkaniknya terus dipantau secara intensif karena memiliki sejarah erupsi yang signifikan.

Lembaga tersebut mengingatkan bahwa pada 2018, aktivitas vulkanik yang dipicu gempa bumi menyebabkan longsoran sebagian tubuh Gunung Anak Krakatau hingga memicu tsunami di kawasan Selat Sunda.

Setelah peristiwa tersebut, Gunung Anak Krakatau terus mengalami erupsi berskala rendah sebagai bagian dari proses pertumbuhan kembali tubuh gunung hingga Desember 2023. Selanjutnya, aktivitas erupsi sempat mengalami jeda.

Pada tahun 2026, Gunung Anak Krakatau kembali tercatat mengalami dua kali erupsi, yakni pada 2 Juli pukul 14.05 WIB dan 3 Juli pukul 11.50 WIB. Namun, Badan Geologi menegaskan bahwa video yang beredar di media sosial bukan merupakan dokumentasi dari dua kejadian tersebut.

Karena itu, masyarakat diimbau hanya mengacu pada informasi resmi yang diterbitkan oleh Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta aplikasi MAGMA Indonesia mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Badan Geologi juga mengingatkan agar masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi di media sosial dan tidak ikut menyebarkan konten yang belum dipastikan kebenarannya demi mencegah munculnya kepanikan di tengah masyarakat. (agn)