Anak Krakatau Erupsi, Warga Diminta Tidak Beraktivitas dalam Radius 3 Kilometer dari Kawah
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat serta wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mendekati kawasan gunung

HALLONEWS.ID – Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 16.57 WIB.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat serta wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mendekati kawasan gunung.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 357 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara, timur laut, serta barat laut.
Aktivitas erupsi tersebut juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44,3 milimeter dan durasi sekitar 40 detik.
Saat ini, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).
PVMBG melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak mendekati kawasan gunung.
“Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif,” demikian imbauan PVMBG.
Masyarakat juga diminta untuk terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi yang disampaikan PVMBG serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan instansi terkait guna mengantisipasi potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik. (opy)
