Asrama Santri Ponpes di Jasinga Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
Kebakaran melanda asrama santri putra Pondok Pesantren Riyadhul Hidayah Al-Kholiliyah di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor

HALLONEWS. ID – Kebakaran melanda asrama santri putra Pondok Pesantren Riyadhul Hidayah Al-Kholiliyah di Kampung Sipak Dua Hilir, RT 04 RW 03, Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.
Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik itu menghanguskan bangunan asrama dua lantai dan menyebabkan kerugian sekitar Rp200 juta.
Pengurus Pondok Pesantren Riyadhul Hidayah Al-Kholiliyah, Komeng, mengatakan kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik di lantai atas bangunan.
Saat api mulai membesar, para santri segera berupaya menyelamatkan diri secara bersama-sama.
“Diduga berasal dari korsleting listrik. Seluruh asrama santri putra di lantai atas habis terbakar. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Santri saling membantu menyelamatkan diri saat melihat percikan api yang semakin besar,” ujar Komeng.
Ia menjelaskan, kebakaran menghanguskan berbagai perlengkapan milik santri, seperti kitab, pakaian sekolah, hingga barang-barang pribadi.
Musibah tersebut juga berdampak pada kegiatan belajar mengajar di pesantren yang saat ini menampung sekitar 120 santri, karena asrama yang terbakar merupakan salah satu fasilitas utama.
Komeng berharap masyarakat dan para dermawan dapat memberikan doa serta bantuan agar pembangunan kembali asrama dapat segera dilakukan sehingga aktivitas pendidikan di pesantren kembali berjalan normal.
“Kami berharap doa dan bantuan dari semua pihak agar keluarga besar pondok pesantren diberi kesabaran dan dimudahkan rezekinya untuk membangun kembali asrama, sehingga kegiatan belajar mengajar para santri dapat kembali berjalan seperti semula,” tuturnya.
Sementara itu, Komandan Sektor Parungpanjang Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Dade Fahrudin, membenarkan kejadian tersebut.
Berdasarkan hasil pendataan awal, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik di lantai dua bangunan.
“Kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik. Sebetulnya dua unit mobil pemadam sudah meluncur, tetapi saat di perjalanan kami mendapat kabar bahwa api sudah padam oleh warga setempat yang bergerak cepat memadamkan kobaran api, sehingga tidak terjadi korban jiwa,” kata Dade.
Menurutnya, dua unit mobil pemadam kebakaran telah diberangkatkan menuju lokasi.
Namun sebelum petugas tiba, warga setempat berhasil memadamkan api secara bergotong royong sehingga kobaran api tidak sempat merambat ke permukiman di sekitar pondok pesantren.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bangunan asrama santri putra hangus terbakar dan kini memerlukan pembangunan kembali agar kegiatan pendidikan dapat segera kembali berlangsung. (opy)
