Diiming-imingi Makan Bakso dan Uang Rp300.000, Siswi SD di Bekasi Nyaris Jadi Korban di Hotel
Seorang siswi SD di Bekasi nyaris menjadi korban kekerasan seksual setelah diiming-imingi uang dan makan bakso. Kasusnya kini ditangani Polres Metro Bekasi.

HALLONEWS.ID – Seorang siswi kelas V sekolah dasar berusia 12 tahun di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, diduga nyaris menjadi korban kekerasan seksual setelah dibujuk oleh seorang pria yang merupakan mantan tetangganya.
Korban disebut diajak keluar rumah dengan iming-iming makan bakso dan uang tunai, namun justru dibawa ke sebuah hotel di kawasan Cibitung.
Peristiwa tersebut kini telah dilaporkan kepada Polres Metro Bekasi dan tengah ditangani sebagai dugaan tindak pidana kekerasan seksual. Laporan keluarga korban telah teregister dengan nomor LP/B/1521/VII/2026/SPKT/Polres Metro Bekasi/Polda Metro Jaya.
Pendamping Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kecamatan Cikarang Barat Nita Sulistiani, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (25/6). Saat itu, terduga pelaku berinisial AS (49) awalnya mendatangi rumah seseorang yang dikenalnya.
Namun karena rumah tersebut dalam keadaan kosong, pelaku kemudian menghampiri korban yang berada tidak jauh dari lokasi.
Pelaku lalu membujuk korban dengan menawarkan makan bakso serta memberikan uang sebesar Rp300 ribu agar bersedia ikut menggunakan sepeda motor. Korban yang masih anak-anak akhirnya mengikuti ajakan tersebut.
Alih-alih diajak ke tempat makan, korban justru dibawa menuju sebuah hotel di Kecamatan Cibitung. Sesampainya di lokasi, pelaku diduga meminta korban mengaku sebagai anak kandungnya ketika ditanya petugas hotel agar tidak menimbulkan kecurigaan.
“Korban diarahkan oleh terduga pelaku untuk mengaku sebagai anaknya saat ditanya oleh pihak hotel, dengan alasan menginap karena orang tuanya sedang bertengkar,” kata Nita, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Nita, dugaan percobaan kekerasan seksual terjadi setelah keduanya berada di dalam kamar hotel. Berdasarkan keterangan korban, pelaku diduga berusaha melakukan tindakan asusila.
Namun, upaya tersebut gagal setelah korban memberikan perlawanan. Korban terus berteriak dan meminta dipulangkan hingga membuat pelaku panik.
”Karena korban berontak sambil berteriak, akhirnya tidak lama kemudian korban diantar pulang ke rumah dan diberi uang sebesar Rp190 ribu,” ujar Nita.
Peristiwa itu sempat tidak diketahui keluarga. Korban memilih menyimpan pengalaman traumatis tersebut hingga beberapa hari kemudian.
Kecurigaan muncul ketika korban mengeluhkan sakit pada bagian perut dan area kemaluan, terutama saat buang air kecil. Meski telah dua kali menjalani pemeriksaan di klinik, keluhan tersebut tidak kunjung membaik.
Setelah didesak secara perlahan oleh ibunya, korban akhirnya menceritakan kejadian yang dialaminya.
“Korban akhirnya memberanikan diri bercerita bahwa dirinya diajak pelaku dengan alasan makan bakso, tetapi justru dibawa ke sebuah hotel di Cibitung,” tutur Nita.
Saat ini, korban telah menjalani pemeriksaan medis di RSUD Kabupaten Bekasi untuk kepentingan visum. Selain itu, korban juga mendapatkan pendampingan psikologis guna membantu pemulihan trauma.
Sementara itu, keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik Polres Metro Bekasi dan berharap kasus tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Kasus ini masih lidik,” kata Kasi Humas Polrestro Bekasi AKP Aliyani. (dul)
