Antrean Panjang Truk Sampah di TPAS Cilowong Kota Serang, Suryana Minta Evaluasi Sistem Pengelolaan
TPAS Cilowong Kota Serang sempat mengalami kepadatan akibat lonjakan armada pengangkut sampah pasca libur Iduladha. Aktivis lingkungan Suryana meminta Pemkot Serang segera membenahi tata kelola dan kapasitas pengelolaan sampah.

HALLONEWS.ID – Arus kendaraan pengangkut sampah menuju Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang, mengalami peningkatan tajam pada Senin (1/6/2026) pagi.
Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan mengular di area akses masuk TPAS akibat tingginya volume sampah yang diangkut secara bersamaan setelah libur panjang Iduladha.
Sejumlah truk pengangkut sampah terlihat harus menunggu giliran untuk melakukan pembongkaran muatan. Kepadatan terjadi karena armada dari beberapa daerah tiba dalam waktu yang hampir bersamaan sehingga kapasitas pelayanan di lokasi menjadi terbebani.
Kepala UPT TPAS Cilowong, Agam, menjelaskan antrean dipicu bertemunya jadwal kedatangan armada sampah dari Tangerang Selatan dengan armada milik Kota Serang dan Kabupaten Serang.
“Pada pagi hari memang sempat terjadi antrean, namun sekitar pukul 11.00 WIB kondisi sudah kembali normal dan aktivitas berjalan seperti biasa,” ujar Agam.
Menurutnya, armada dari Tangerang Selatan yang biasanya telah menyelesaikan proses pembuangan pada pagi hari masih berada di lokasi ketika armada dari wilayah Serang mulai berdatangan.
Selain faktor jadwal yang beririsan, peningkatan volume sampah pasca libur Iduladha juga diduga menjadi penyebab terjadinya kepadatan di TPAS Cilowong.
Menanggapi kondisi tersebut, Aktivis Lingkungan Kota Serang, Suryana, menilai Pemerintah Kota Serang perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah dan kapasitas TPAS Cilowong.
“Hari ini kita melihat persoalan antrean truk sampah bukan hanya soal volume sampah yang meningkat, tetapi juga menunjukkan perlunya perbaikan tata kelola dan manajemen operasional. Pemerintah Kota Serang harus memiliki langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terus berulang, apalagi Kota Serang terus mengalami pertumbuhan penduduk dan produksi sampah setiap tahunnya,” kata Suryana saat diwawancarai Hallonews.id, Senin (1/6/2026).
Suryana juga meminta Pemkot Serang segera menyiapkan strategi jangka panjang dalam penanganan sampah, termasuk peningkatan kapasitas fasilitas pengolahan, optimalisasi pengurangan sampah dari sumber, serta penguatan pengawasan terhadap sistem pengangkutan sampah.
Menurutnya, jika tidak ada pembenahan yang serius, persoalan antrean kendaraan hingga penumpukan sampah berpotensi kembali terjadi pada momen libur panjang maupun saat volume sampah meningkat secara signifikan.
Meski sempat terjadi kepadatan, operasional TPAS Cilowong tetap berjalan dan arus kendaraan pengangkut sampah berangsur normal menjelang siang hari.(esa)
