BBYB Tetap Cetak Laba di Tengah Tekanan, Fokus Perkuat Digital dan Kualitas Kredit
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) mencatat laba Rp136,98 miliar di kuartal I/2026 meski turun YoY, fokus perkuat digital, kualitas kredit, dan ekspansi BNPL.

HALLONEWS.ID – PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) membukukan laba bersih sebesar Rp136,98 miliar pada kuartal I/2026, turun 14,36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp159,94 miliar.
Penurunan ini sejalan dengan strategi perseroan yang lebih selektif dalam penyaluran kredit, di mana total kredit tercatat Rp7,03 triliun atau turun 17,24% dari Rp8,49 triliun pada kuartal I/2025. Meski demikian, total aset tetap menunjukkan pertumbuhan tipis sebesar 0,94% menjadi Rp18,34 triliun dari Rp18,17 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) per Maret 2026 tercatat Rp13,42 triliun, sedikit menurun 1,97% dari Rp13,69 triliun secara tahunan.
Namun, komposisi dana menunjukkan pergeseran positif dengan tabungan tumbuh 8,62% menjadi Rp3,50 triliun, sementara deposito turun 2,18% menjadi Rp9,35 triliun. Strategi ini mendorong peningkatan rasio CASA menjadi 30,34%, sejalan dengan fokus bank dalam memperkuat dana murah melalui peningkatan kapabilitas transaksi.
Dari sisi efisiensi, rasio BOPO berada di level 83,68%, dengan Cost to Income Ratio (CIR) sebesar 32,93% dan Net Interest Margin (NIM) yang relatif tinggi di 13,50%. Sementara itu, rasio kecukupan modal (CAR) meningkat signifikan menjadi 50,60% dari 35,81% pada tahun sebelumnya, mencerminkan posisi permodalan yang kuat serta likuiditas yang memadai untuk mendukung ekspansi di tengah dinamika ekonomi.
Manajemen menyampaikan bahwa capaian laba ini tetap melampaui target yang telah ditetapkan, serta mencerminkan penerapan tata kelola yang baik dan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis.
Perseroan juga optimistis dapat melanjutkan tren kinerja positif sepanjang 2026, seiring pencapaian yang telah diraih dalam beberapa tahun terakhir.
Ke depan, BBYB berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan digital guna memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang, termasuk rencana peluncuran layanan Buy Now Pay Later (BNPL) pada 2026 sebagai bagian dari perluasan akses pembiayaan.
Selain itu, masuknya saham BBYB ke dalam Indeks Economic 30 sejak 2 Maret 2026 menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kinerja dan prospek bank digital ini. (Yesaya Christofer/Yes Invest)
Disclaimer
Artikel ini merupakan produk jurnalistik Hallo News yang disusun berdasarkan informasi, data, dan narasumber yang dianggap kredibel pada saat penulisan. Seluruh konten disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, serta bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat untuk membeli, menjual, maupun menahan instrumen investasi atau produk keuangan tertentu. Segala keputusan yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pembaca. Hallo News tidak bertanggung jawab atas segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari penggunaan informasi dalam artikel ini.
