BEM UMJ Desak Kejagung Segera Periksa Tersangka Febrie Adriansyah
Mahasiswa UMJ menggelar aksi di Kejagung, mendesak pemeriksaan Febrie Adriansyah serta mempertanyakan transparansi penanganan kasus dugaan korupsi.

HALLONEWS.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung, Senin (13/7/2026).
Massa aksi mendesak Kejaksaan Agung segera memeriksa mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang telah berstatus tersangka dalam perkara dugaan korupsi.
Berdasarkan pantauan Hallonews, aksi sempat diwarnai upaya peserta demonstrasi menghentikan laju sebuah kendaraan dinas Kejaksaan Agung yang hendak melintas di depan lokasi unjuk rasa.
Aparat kepolisian bersama petugas Kejaksaan segera melakukan mediasi sehingga situasi kembali kondusif dan arus lalu lintas dapat berjalan normal.
Dalam orasinya, salah satu perwakilan mahasiswa mempertanyakan keputusan pelimpahan perkara Febrie Adriansyah ke Kejaksaan Agung.
Menurutnya, langkah tersebut berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Kasus ini harus ditangani secara terbuka agar publik mendapatkan kepastian hukum. Kami meminta Kejaksaan Agung segera memeriksa tersangka dan menjelaskan perkembangan penanganan perkara kepada masyarakat,” ujar salah seorang orator.

Massa aksi juga menyoroti barang bukti yang disita penyidik dalam perkara tersebut, termasuk temuan emas batangan dan uang tunai dari sejumlah lokasi penggeledahan.
Menurut mereka, besarnya nilai barang bukti memperkuat pentingnya proses hukum yang transparan dan akuntabel.
” Indonesia tidak pernah mengikuti Piala Dunia karena di ajang tersebut emas hanya 6 kilogram, tapi di Kejaksaan Agung memiliki 74 kilogram emas,” ujarnya.
Selama aksi berlangsung, sejumlah pegawai Kejaksaan Agung tampak berada di sekitar gerbang untuk memantau situasi bersama aparat kepolisian.
Pengamanan juga diperkuat dengan kehadiran personel kepolisian beserta kendaraan patroli guna memastikan demonstrasi berlangsung tertib.
Menjelang akhir aksi, dua perwakilan mahasiswa memasang banner berisi tuntutan di area gerbang Kejaksaan Agung sebagai simbol desakan agar proses hukum terhadap Febrie Adriansyah dipercepat dan dijalankan secara independen.
Hingga aksi berlangsung, demonstrasi berjalan dalam pengamanan aparat kepolisian tanpa adanya bentrokan, sementara arus lalu lintas di depan Gedung Kejaksaan Agung kembali normal setelah proses mediasi selesai. (agn)
