Berkah Ramadan, UMKM Binaan BAZNAS Raup Omzet Rp16 Juta

Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) bantu pelaku UMKM di Demak meraih omzet Rp16 juta selama Ramadan 2026. Zakat produktif terbukti dorong kemandirian ekonomi mustahik.

Selasa, 3 Maret 2026 - 11:20 WIB
Berkah Ramadan, UMKM Binaan BAZNAS Raup Omzet Rp16 Juta
Pelaku UMKM binaan BAZNAS memproduksi kue kering dan makanan ringan untuk memenuhi lonjakan permintaan selama Ramadan 2026. Foto: BAZNAS for Hallonews

HALLONEWS.ID – Berkah Ramadan 1447 Hijriah dirasakan betul oleh Silvyani (54), pelaku usaha makanan ringan dan kue kering asal Bintoro, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Berkat dukungan modal dari program Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Microfinance Desa (BMD), ia mampu meraup omzet hingga Rp16 juta selama Ramadan 2026.

Silvyani merupakan salah satu mustahik binaan BAZNAS yang mengembangkan usaha mikro di sektor kuliner rumahan. Produk yang dipasarkannya beragam, mulai dari mete goreng, egg roll, bawang goreng, hingga aneka kue kering seperti nastar yang menjadi primadona jelang Lebaran.

Produk-produknya dipasarkan di lingkungan sekitar serta menerima pesanan dari perkantoran dan relasi pribadi yang membutuhkan sajian khas Ramadan dan Idulfitri.

Zakat Produktif Dorong Kemandirian

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengapresiasi semangat dan ketekunan Silvyani yang tetap produktif di usia 54 tahun.

“Inilah bukti bantuan BAZNAS yang tepat sasaran bertemu dengan mustahik yang mampu mengoptimalkan bantuan tersebut menjadi kombinasi yang luar biasa dalam menyejahterakan umat,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa zakat yang dikelola secara profesional dapat memberikan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi umat.

Saidah menegaskan, semangat dan keuletan mustahik menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pemberdayaan. Silvyani dinilai mampu membaca peluang pasar Ramadan serta memaksimalkan dukungan modal yang diterimanya.

“BAZNAS hadir sebagai jembatan kebaikan, menghubungkan amanah para muzaki dengan kebutuhan mustahik produktif, sehingga tercipta kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Omzet Rp16 Juta, Laba Bersih Rp6 Juta

Silvyani mengaku bantuan modal yang diberikan BAZNAS langsung ia manfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, terutama pada produk mete dan kue kering yang permintaannya melonjak selama Ramadan.

“Alhamdulillah, dari tambahan modal tersebut saya bisa membeli bahan baku lebih banyak, memperbaiki kemasan, dan memenuhi pesanan tepat waktu. Pendapatan usaha selama Ramadan ini mencapai Rp16 juta dengan keuntungan bersih sekitar Rp6 juta,” ujarnya.

Ia menambahkan, pesanan datang dari berbagai pihak, termasuk kantor dinas dan pelanggan tetap.

“Alhamdulillah, banyak pesanan masuk. Ramadan tahun ini benar-benar membawa berkah,” tuturnya.

Perluas Dampak Pemberdayaan

BAZNAS memastikan program pemberdayaan ekonomi seperti BMD akan terus diperluas agar semakin banyak pedagang kecil yang terbantu.

Saidah menegaskan, zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga bisa menjadi instrumen pemberdayaan yang mendorong mustahik naik kelas menjadi pelaku usaha mandiri.

“Melalui zakat yang dikelola BAZNAS, keberkahan itu nyata dirasakan mustahik. Ini bukan hanya menguatkan pedagang kecil, tetapi juga menggerakkan ekonomi umat dan menghadirkan harapan,” ujarnya.

Silvyani pun berharap program BAZNAS Microfinance Desa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelaku UMKM kecil.

“Terima kasih BAZNAS dan para muzaki. Bantuan ini sangat membantu. Semoga semuanya mendapat keberkahan,” ucapnya. (ver)