BTN Tahan Dividen, Gas Ekspansi Kredit hingga 10% di 2026

Bank Tabungan Negara (BTN) menahan dividen 2025 sebesar Rp3,5 triliun untuk memperkuat modal dan menargetkan ekspansi kredit 8–10% pada 2026.

Jumat, 24 April 2026 - 14:30 WIB
BTN Tahan Dividen, Gas Ekspansi Kredit hingga 10% di 2026
Ilustrasi pertumbuhan modal BTN. (Yes Invest for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memutuskan untuk memperkuat struktur permodalan guna mendorong ekspansi kredit ke depan.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BTN 2026 yang diselenggarakan pada 23 April 2026, dengan menetapkan seluruh laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp3,5 triliun sebagai laba ditahan.

Direktur Utama Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan bahwa kebijakan dividend payout ratio sebesar 0% diambil untuk memperkuat kapasitas permodalan, sehingga Perseroan dapat mengakselerasi pertumbuhan kredit yang ditargetkan melampaui Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Langkah ini juga menjadi alternatif yang lebih efisien dibandingkan penerbitan instrumen modal seperti subordinated debt atau additional tier 1 capital yang berpotensi menimbulkan beban bunga.

BTN menargetkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan pada kisaran 8–10% di tahun 2026, dengan fokus utama pada sektor perumahan, baik subsidi maupun non-subsidi, serta penguatan ekosistem pembiayaan properti.

Untuk mendukung strategi tersebut, RUPST memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menyetujui rencana akuisisi portofolio kredit dari pihak ketiga, dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Menurut manajemen, portofolio kredit yang akan diakuisisi memiliki tingkat imbal hasil (yield) yang lebih tinggi serta kualitas aset yang lebih baik dibandingkan portofolio eksisting BTN.

Transaksi ini diharapkan mampu menurunkan rasio kredit bermasalah (NPL) hingga di bawah 3%, sekaligus meningkatkan pendapatan bunga dan total penyaluran kredit yang diproyeksikan melampaui RKAP. Proses akuisisi saat ini masih berlangsung dan ditargetkan mencapai tahap penandatanganan pada pertengahan Mei 2026.

Di sisi lain, BTN juga memperluas kerja sama strategis untuk memperkuat pipeline kredit, termasuk kolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam pengembangan hunian berbasis transit oriented development (TOD). Proyek tersebut mencakup pembangunan hunian vertikal dengan rencana lima tower di sejumlah lokasi strategis.

RUPST turut menerima laporan penggunaan dana dari penerbitan obligasi dan sukuk berkelanjutan, serta menyetujui pembaruan recovery plan sebagai bagian dari penguatan ketahanan keuangan Perseroan. Selain itu, pemegang saham juga mengesahkan RKAP 2026 dan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025–2029 sebagai arah strategis pengembangan usaha.

Dalam aspek tata kelola, terjadi perubahan susunan pengurus Perseroan. Posisi Wakil Komisaris Utama kini dijabat oleh Endra Gunawan, menggantikan Dwi Ary Purnomo yang telah memperoleh penugasan baru di entitas lain. Sementara itu, beberapa anggota Direksi seperti Nofry Rony Poetra dan Eko Waluyo kembali dipercaya untuk melanjutkan masa jabatannya guna menjaga kesinambungan strategi dan kinerja perusahaan.

Manajemen menyampaikan optimisme bahwa susunan pengurus yang baru akan semakin memperkuat kepemimpinan BTN dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan serta meningkatkan nilai bagi para pemangku kepentingan. (Yesaya Christofer/Yes Invest)

Disclaimer

Artikel ini merupakan produk jurnalistik Hallo News yang disusun berdasarkan informasi, data, dan narasumber yang dianggap kredibel pada saat penulisan. Seluruh konten disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, serta bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat untuk membeli, menjual, maupun menahan instrumen investasi atau produk keuangan tertentu.

Segala keputusan yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pembaca. Hallo News tidak bertanggung jawab atas segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari penggunaan informasi dalam artikel ini.