BTN dan Inkoppas Dorong Digitalisasi Digitalisasi Pengelolaan Pasar

BTN memperluas ekspansi bisnis melalui kemitraan strategis dengan Inkoppas.

Minggu, 19 April 2026 - 7:00 WIB
BTN dan Inkoppas Dorong Digitalisasi Digitalisasi Pengelolaan Pasar
Dok BTN foto : BTN dan Inkoppas berkolaborasi untuk mendorong digitalisasi koperasi dan pedagang pasar.

HALLONEWS.ID – Bank Tabungan Negara (BTN) memperluas ekspansi bisnis dengan menyasar ekosistem koperasi pasar melalui kemitraan strategis dengan Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas). Langkah ini diarahkan untuk memperkuat peran sektor pasar tradisional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan, kolaborasi tersebut bertujuan mendorong digitalisasi koperasi dan pedagang pasar, sekaligus memperluas inklusi keuangan di sektor ini. “Kerja sama ini menjadi langkah strategis perseroan dalam memperluas akses keuangan berbasis ekosistem.

Pasar tradisional merupakan tulang punggung ekonomi kerakyatan,” kata Nixon dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (18/4/2026).

Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan, jumlah koperasi aktif di Indonesia mencapai lebih dari 127 ribu unit pada 2024, dengan jutaan anggota yang sebagian besar bergerak di sektor usaha mikro dan pasar tradisional. Potensi ini dinilai menjadi basis penting bagi penguatan layanan keuangan berbasis komunitas.

Sebelumnya, pada 15 April 2026, BTN dan INKOPPAS menandatangani nota kesepahaman (MoU) digitalisasi pasar di Menara 2 BTN. Sejumlah program disiapkan, mulai dari layanan perbankan digital, digitalisasi retribusi pasar, hingga penyaluran pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pedagang anggota koperasi.

BTN juga membuka peluang penyaluran pembiayaan lain, termasuk kredit produktif bagi pedagang pasar. Ekspansi ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan inklusi keuangan nasional yang ditargetkan mencapai 90 persen pada 2024, sebagaimana data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan akses permodalan dan mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM berbasis pasar tradisional. “Melalui kolaborasi dengan INKOPPAS, BTN tidak hanya menghadirkan layanan transaksi digital, tetapi juga membuka akses pembiayaan bagi pedagang anggota koperasi agar kapasitas usaha mereka meningkat secara berkelanjutan,” kata Nixon dikutip dari infopublik.id.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Inkoppas, Yudianto Tri mengungkapkan, digitalisasi dan akses pembiayaan kini menjadi kebutuhan utama pedagang pasar di tengah transformasi ekonomi digital. “Melalui kemitraan ini, kami berharap anggota koperasi dan pedagang pasar mendapatkan akses layanan keuangan yang lebih luas, mulai dari pembayaran digital, pengelolaan transaksi, hingga pembiayaan usaha,” ujarnya.

Kerja sama BTN dan Inkoppas juga mencakup digitalisasi pengelolaan pasar. Di antaranya digitalisasi retribusi dan integrasi sistem pembayaran agar transaksi lebih transparan, efisien, serta terdokumentasi dengan baik.

Rekam jejak transaksi digital tersebut dinilai penting. Karena dapat menjadi dasar bagi lembaga keuangan dalam menyalurkan pembiayaan secara lebih terukur kepada pedagang.

Inisiatif yang disiapkan meliputi pemasangan QRIS Bale Merchant dan mesin EDC untuk memudahkan pembayaran. Selain itu, akan dibuka Bale Agen di koperasi maupun pengelola pasar guna memperluas layanan perbankan.

BTN juga menyiapkan layanan community apps bagi anggota koperasi dan pedagang pasar. Yang diharapkan dapat menunjang aktivitas usaha sekaligus memperkuat ekosistem keuangan berbasis komunitas.

Melalui kerja sama ini, BTN dan INKOPPAS akan terus mengeksplorasi berbagai peluang pengembangan. Mulai dari digitalisasi koperasi hingga penyediaan layanan keuangan yang lebih komprehensif. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pasar tradisional sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi jutaan pedagang di Indonesia. (gaa)