Bukan Sekadar HUT Polri, Ini Sejarah Hari Bhayangkara yang Diperingati Setiap 1 Juli
Hari Bhayangkara diperingati setiap 1 Juli sebagai hari lahir Polri. Simak sejarah, asal-usul nama Bhayangkara, hingga jejak Gajah Mada di balik peringatannya.

HALLONEWS.ID – Mengapa Hari Bhayangkara diperingati 1 Juli? Pertanyaan ini kerap muncul setiap kali Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merayakan hari jadinya. Pada 2026, Polri genap berusia 80 tahun mengusung tema: 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.
Di balik peringatan tersebut, tersimpan sejarah panjang yang tidak hanya berkaitan dengan lahirnya Polri sebagai institusi negara, tetapi juga berakar dari kisah pasukan elite Bhayangkara pada masa Kerajaan Majapahit yang dipimpin Mahapatih Gajah Mada.
Nama tersebut kemudian diadopsi sebagai simbol pengabdian dan loyalitas aparat kepolisian kepada negara. Mengutip catatan kepolisian, istilah Bhayangkara rupanya telah dikenal sejak masa Kerajaan Singasari pada abad ke-13.
Namun, nama itu semakin dikenal pada era Kerajaan Majapahit melalui sosok Mahapatih Gajah Mada. Sebelum menjadi Mahapatih, Gajah Mada mengawali karier militernya sebagai prajurit. Pada sekitar tahun 1313, ia dipercaya memimpin pasukan elite Bhayangkara.
Kala itu Gajah Mada bertugas mengawal keselamatan raja dan menjaga stabilitas pemerintahan.
Di bawah kepemimpinannya, pasukan Bhayangkara berkembang menjadi kesatuan yang disiplin dan memiliki loyalitas tinggi kepada kerajaan.
Gajah Mada juga memperkenalkan empat pedoman yang dikenal sebagai Catur Prasetya, yakni kesetiaan kepada pemimpin negara, menjaga kedaulatan, menumpas ancaman terhadap negara, dan mengabdi sepenuh hati dalam menjalankan tugas.
Nilai-nilai tersebut kemudian diadaptasi Polri sebagai salah satu landasan etika pengabdian yang diresmikan pada 4 April 1961. Kala itu, Nama Gajah Mada semakin harum setelah berhasil menggagalkan pemberontakan yang dipimpin Ra Kuti pada 1319.
Bersama sekitar 15 prajurit Bhayangkara, Gajah Mada mengamankan Raja Jayanegara dari upaya kudeta yang mengancam Kerajaan Majapahit. Keberhasilan itu menjadi titik balik perjalanan politiknya.
Tak lama kemudian, ia diangkat menjadi Patih Majapahit sebelum akhirnya memperoleh jabatan Mahapatih pada masa pemerintahan Ratu Tribhuwana Tunggadewi yang merupakan raja ketiga Majapahit yang memerintah dari tahun 1328 hingga 1350.
Sebagai Mahapatih, Gajah Mada kemudian mengucapkan Sumpah Palapa, ikrar yang menjadi simbol tekad menyatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Jejak sejarah itulah yang menjadi alasan berdirinya patung Mahapatih Gajah Mada di Mabes Polri di Jakarta.
Mengapa Hari Bhayangkara Diperingati Setiap 1 Juli?
Meski nama Bhayangkara berasal dari era Kerajaan Majapahit, Hari Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli berkaitan dengan sejarah pembentukan institusi kepolisian modern di Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka, kepolisian semula berada di bawah Kementerian Dalam Negeri melalui Djawatan Kepolisian Negara. Saat itu, fungsi kepolisian lebih banyak menangani urusan administrasi, sedangkan aspek operasional berada di bawah kewenangan Jaksa Agung.
Perubahan besar terjadi ketika pemerintah mengeluarkan Penetapan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1946 yang ditandatangani Presiden Soekarno. Sejak 1 Juli 1946, Kepolisian Negara berdiri sebagai institusi tersendiri dan bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri.
Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Bhayangkara, yang diperingati setiap tahun sebagai momentum lahirnya Polri.
Bagi Polri, Hari Bhayangkara bukan hanya peringatan hari jadi institusi, tetapi juga menjadi pengingat terhadap nilai-nilai pengabdian yang diwariskan sejak masa pasukan Bhayangkara di era Majapahit.
Semangat menjaga keamanan, melindungi masyarakat, serta mengutamakan loyalitas kepada negara menjadi filosofi yang terus diusung hingga kini.
Setiap 1 Juli, Polri biasanya menggelar upacara, kegiatan sosial, hingga berbagai agenda pelayanan masyarakat sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara sekaligus refleksi atas peran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia. (dul)
