Dai Dompet Dhuafa Hadapi Suhu -7 Derajat Celsius, Wahyu Septrianto Jalankan Misi Dakwah di Jerman
Dai Ambassador Dompet Dhuafa, Wahyu Septrianto, jalankan misi dakwah di Bremen, Jerman, hadapi suhu ekstrem minus 7 derajat Celsius jelang Ramadan 1447 H.

HALLONEWS.ID – Dai Ambassador Dompet Dhuafa, Wahyu Septrianto, S.Ag., M.Ag., resmi menjalankan misi dakwah internasional di Jerman. Tantangan suhu ekstrem hingga minus 7 derajat Celsius langsung menyambut kedatangannya di Kota Bremen, Jumat (20/2/2026).
Setelah mengikuti pelatihan intensif selama lima hari di Indonesia, Wahyu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Jerman dengan waktu tempuh sekitar 18 jam, termasuk transit tiga jam di Istanbul, Turki.
Perjalanan lintas benua tersebut menjadi pengalaman pertamanya bepergian jauh tanpa pendamping.
“Meski sempat muncul keraguan, saya yakin Allah SWT akan memberikan kemudahan bagi niat yang tulus,” ujar Wahyu sebelum keberangkatan.
Ia tiba di Bandara Bremen pukul 09.00 waktu setempat dan langsung disambut para diaspora Indonesia yang tergabung dalam Keluarga Muslim Indonesia Bremen (KMIB). Di antaranya Gery Vidjaja, Jundu Hanafi, dan Aditya Saty yang menjadi mitra Dompet Dhuafa dalam pelaksanaan dakwah di Jerman.
Cuaca dingin ekstrem dan turunnya salju menjadi pengalaman baru bagi Wahyu. “Suhu mencapai -7 derajat Celsius, dan sesekali salju turun perlahan. Pemandangan yang mustahil ditemui di Indonesia,” ungkapnya.
Perjalanan dilanjutkan menuju Mushola Ar-Raudhah, pusat kegiatan dakwah dan pembinaan umat Islam Indonesia di Bremen. Meski sederhana, mushola tersebut menjadi simbol semangat keislaman diaspora. Puluhan jamaah KMIB menyambut kedatangan Wahyu dengan penuh kehangatan.
Para ibu menyiapkan hidangan, mahasiswa membantu persiapan acara, sementara anak-anak tetap mengikuti kegiatan TPA. Dalam kesempatan tersebut, Wahyu memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan tausiyah Tarhib Ramadan 1447 Hijriah.
Kehadiran Dai Ambassador Dompet Dhuafa di Jerman menjadi bukti bahwa dakwah tidak mengenal batas geografis.
Di tengah status sebagai minoritas, umat Islam Indonesia di Bremen tetap menjaga kekompakan dan semangat menyambut bulan suci Ramadan.
Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi Islam telah berkiprah lebih dari 30 tahun dalam pemberdayaan umat melalui program pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta CSR. Misi dakwah internasional ini menjadi bagian dari komitmen memperkuat syiar Islam hingga mancanegara.(ver)
