EMTK Tambah 2,68 Miliar Saham SCMA, Kepemilikan Naik Jadi 74,02%
EMTK tambah 2,68 miliar saham SCMA senilai Rp752 miliar, kepemilikan naik jadi 74,02%. Simak analisis fundamental dan teknikal saham EMTK dari Hendeka Putra, Yes Invest.

HALLONEWS.ID – PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) meningkatkan porsi kepemilikannya di anak usaha PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) melalui pembelian 2,68 miliar lembar saham. Aksi tersebut dilakukan dalam dua tahap transaksi pada 10 dan 11 Februari 2026.
Pada transaksi pertama, EMTK membeli 351,13 juta saham dengan harga Rp258 per lembar. Selanjutnya, pada transaksi kedua perseroan mengakuisisi 2,33 miliar saham dengan harga Rp284 per saham. Secara total, nilai pembelian atas 2,68 miliar saham tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp752,66 miliar.
Dengan tambahan saham tersebut, kepemilikan langsung EMTK di SCMA meningkat menjadi 54,75 miliar lembar atau setara 74,02 persen.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi sebelumnya sebanyak 52,06 miliar lembar atau sekitar 70,39 persen sebagaimana tercatat dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Desember 2025.
Perseroan menyatakan bahwa tujuan transaksi ini adalah untuk investasi sekaligus memperkuat dominasi kepemilikan pada entitas anak.
Langkah penambahan kepemilikan ini mencerminkan komitmen EMTK dalam memperkuat kontrol terhadap lini bisnis media penyiaran dan konten digital yang dijalankan melalui SCMA, seiring strategi integrasi dan pengembangan ekosistem media grup.
Tentang Perusahaan
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk didirikan pada 3 Agustus 1983 dengan nama awal PT Elang Mahkota Komputer dan berganti nama menjadi PT Elang Mahkota Teknologi pada 10 Maret 1997.
Perseroan mulai memperkuat bisnis medianya sejak mengakuisisi kepemilikan strategis di SCTV melalui SCMA pada 2002, kemudian melaksanakan penawaran umum perdana saham pada 12 Januari 2010.
Selanjutnya, perseroan mengakuisisi PT Indosiar Karya Mandiri Tbk yang merupakan induk Indosiar, serta menggabungkannya dengan SCMA pada 2013 untuk memperkuat sinergi grup.
EMTK juga mengembangkan ekosistem digital melalui investasi di berbagai sektor, termasuk platform streaming Vidio, bisnis media digital melalui KMK Online dan KapanLagi Youniverse, serta sektor teknologi finansial melalui dompet digital DANA. Selain itu, perseroan juga memiliki portofolio di sektor kesehatan melalui kepemilikan mayoritas di PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk.
Pergerakan Harga Saham
Saham EMTK berada di level 980. Dalam satu minggu terakhir saham menguat 5,95 persen, namun secara bulanan turun 5,31 persen dan dalam tiga bulan melemah 16,95 persen.
Secara tahunan saham mencatatkan kenaikan 55,56 persen. Dalam tiga tahun saham turun 8,84 persen dan dalam lima tahun terkoreksi 56,64 persen.
Analisis Yes Invest
Secara fundamental, kinerja laba bersih tahunan yang dianualisasi menunjukkan fluktuasi. Pada 2021 perseroan membukukan laba bersih sebesar 5,659 triliun rupiah dan 5,444 triliun rupiah pada 2022.
Pada 2023 perseroan mencatatkan rugi bersih 141 miliar rupiah, kemudian kembali membukukan laba 1,470 triliun rupiah pada 2024 dan meningkat menjadi 8,582 triliun rupiah pada 2025.
Dari sisi valuasi, saham saat ini diperdagangkan dengan price to earnings ratio sebesar 7,01 kali.
Secara teknikal, pergerakan jangka menengah masih berada dalam tren menurun. Harga saat ini menguji area resistance kuat dan membentuk pola swing high, sementara indikator stochastic berada pada area overbought.
Kondisi tersebut mengindikasikan potensi koreksi lanjutan. Area resistance terdekat berada di 1.100 dan support terdekat di 900. (Hendeka Putra / Research Analyst Yes Invest)
Disclaimer
Artikel ini merupakan produk jurnalistik Hallo News yang disusun berdasarkan informasi, data, dan narasumber yang dianggap kredibel pada saat penulisan. Seluruh konten disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, serta bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat untuk membeli, menjual, maupun menahan instrumen investasi atau produk keuangan tertentu.
Segala keputusan yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pembaca. Hallo News tidak bertanggung jawab atas segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari penggunaan informasi dalam artikel ini.
