Garuda Indonesia (GIAA) Keluar dari Pemantauan Khusus BEI Setelah Ekuitas Berbalik Positif

Garuda Indonesia (GIAA) resmi keluar dari pemantauan khusus BEI setelah ekuitas berbalik positif. Namun, kinerja masih merugi dan valuasi dinilai premium.

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:16 WIB
Garuda Indonesia (GIAA) Keluar dari Pemantauan Khusus BEI Setelah Ekuitas Berbalik Positif
Ilustrasi saham Garuda di BEI. (dok Yesinvest)

HALLONEWS.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut status saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dari papan pemantauan khusus, sehingga tidak lagi diperdagangkan dengan mekanisme Full Call Auction (FCA).

Keputusan ini disampaikan oleh Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar, yang menyatakan bahwa saham GIAA resmi keluar dari pemantauan khusus efektif pada 26 Maret 2026.

Setelah keluar dari papan pemantauan khusus, saham GIAA kini ditempatkan di papan pengembangan.

Sebelumnya, BEI memasukkan saham perseroan ke dalam pemantauan khusus akibat kondisi ekuitas yang negatif dalam laporan keuangannya, yang menjadi salah satu kriteria pemantauan oleh otoritas bursa.

Kondisi ekuitas GIAA mengalami perbaikan signifikan. Pada 2024, ekuitas perseroan tercatat negatif sebesar US$1,35 miliar, namun pada 2025 berbalik menjadi positif dengan nilai sebesar US$91,9 juta. Perubahan ini menjadi faktor utama yang mendasari pencabutan status pemantauan khusus oleh BEI.

Meski demikian, kinerja keuangan perseroan masih menunjukkan tekanan. Pada 2025, Garuda Indonesia mencatatkan kerugian sebesar US$322,4 juta atau sekitar Rp23,7 triliun, sejalan dengan penurunan pendapatan sebesar 5,85% dibandingkan periode sebelumnya.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk didirikan pada 31 Maret 1950 berdasarkan Akta Nomor 137 oleh Notaris Raden Kadiman dan telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia.

Perseroan bergerak di bidang jasa angkutan udara niaga dan merupakan operator maskapai Garuda Indonesia serta Citilink. Perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 11 Februari 2011.

Pergerakan Harga Saham

Pada perdagangan terakhir, saham GIAA berada di level 88. Dalam jangka pendek, saham ini mencatat kenaikan sebesar 25,71% dalam satu minggu dan menguat 4,76% dalam satu bulan.

Namun, dalam periode tiga bulan saham terkoreksi sebesar 12,00%. Dalam jangka lebih panjang, saham GIAA mencatat kenaikan signifikan sebesar 151,43% dalam satu tahun, sementara dalam tiga tahun naik 11,39% dan dalam lima tahun masih mengalami penurunan sebesar 72,41%.

Analisis Yesinvest

Dari sisi fundamental, perbaikan ekuitas menjadi positif mencerminkan adanya perbaikan struktur permodalan perseroan dibandingkan periode sebelumnya.

Namun demikian, kinerja operasional masih menghadapi tekanan yang tercermin dari kerugian bersih yang masih signifikan serta penurunan pendapatan pada 2025, sehingga menunjukkan bahwa proses pemulihan kinerja belum sepenuhnya stabil.

Dari sisi valuasi, meskipun ekuitas telah berbalik positif, saham GIAA saat ini berada pada level yang sangat premium dengan rasio price to book value (PBV) sebesar 261 kali.

Selain itu, rasio price to earnings (PER) masih berada pada posisi negatif seiring dengan belum tercatatnya laba bersih, yang mencerminkan tingginya ekspektasi pasar sekaligus risiko terhadap keberlanjutan kinerja ke depan.

Secara teknikal, pergerakan saham GIAA saat ini berada dalam fase konsolidasi atau sideways. Area support terpantau berada di kisaran 64, sementara area resistance berada di sekitar level 102, yang menjadi batas pergerakan harga dalam jangka pendek. (Adi Prasetya Teguh / Research Analyst Yes Invest)

 

Disclaimer

Artikel ini merupakan produk jurnalistik Hallo News yang disusun berdasarkan informasi, data, dan narasumber yang dianggap kredibel pada saat penulisan. Seluruh konten disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, serta bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat untuk membeli, menjual, maupun menahan instrumen investasi atau produk keuangan tertentu.

Segala keputusan yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pembaca. Hallo News tidak bertanggung jawab atas segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari penggunaan informasi dalam artikel ini.