Indonesia-Filipina Resmikan IPBA, Bidik Lonjakan Perdagangan ASEAN

Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan IPBA di Cebu, Filipina, untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan kolaborasi bisnis Indonesia-Filipina di tengah tantangan ekonomi global ASEAN.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:30 WIB
Indonesia-Filipina Resmikan IPBA, Bidik Lonjakan Perdagangan ASEAN
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan kehadiran IPBA untuk mempererat kerja sama perdagangan. Foto: Kemendag for Hallonews

HALLONEWS.ID — Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan Asosiasi Pelaku Usaha Indonesia-Filipina atau Indonesia-Philippines Business Association (IPBA) di Cebu, Filipina, Rabu (6/5/2026).

Peresmian dilakukan di sela rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2026 sebagai langkah memperkuat hubungan ekonomi kedua negara yang telah terjalin selama 75 tahun.

Budi Santoso mengatakan kehadiran IPBA menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis antara Indonesia dan Filipina di tengah tantangan ekonomi global.

“Eratnya kerja sama antarnegara menjadi kunci kekuatan kawasan ASEAN. Hadirnya IPBA yang bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Filipina menjadi babak baru kerja sama kedua pihak,” ujar Budi Santoso.

Menurutnya, IPBA diharapkan menjadi pintu masuk strategis bagi pelaku usaha kedua negara dalam memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan pemanfaatan kerja sama ekonomi yang sudah berjalan.

Pembentukan IPBA sendiri telah diinisiasi oleh Atase Perdagangan KBRI Manila sejak pertengahan 2024. Peresmian asosiasi tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah Indonesia terhadap penguatan hubungan dagang bilateral.

Mendag menilai diversifikasi perdagangan menjadi langkah penting agar negara-negara ASEAN lebih tangguh menghadapi ketidakpastian global.

“Diversifikasi perdagangan akan membuat kita lebih tangguh untuk menghadapi tantangan global,” katanya.

Ke depan, IPBA akan berperan dalam mendukung promosi produk Indonesia melalui berbagai kegiatan seperti misi dagang, forum bisnis, hingga business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, distributor, importir, dan investor dari Filipina.

Selain itu, asosiasi tersebut juga diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk mengidentifikasi kebutuhan dunia usaha serta menyampaikan berbagai hambatan perdagangan yang dihadapi pelaku usaha kedua negara.

Dalam upaya meningkatkan daya saing eksportir nasional, IPBA juga akan mendukung program penguatan kapasitas bagi UMKM dan eksportir Indonesia.

Program tersebut meliputi pelatihan ekspor, pemahaman regulasi dan standar produk Filipina, penguatan branding dan kemasan produk, onboarding cross-border e-commerce, hingga pendampingan kesiapan ekspor bagi pelaku usaha nasional.

Pemerintah berharap kehadiran IPBA dapat memperkuat posisi Indonesia dan Filipina sebagai mitra strategis ekonomi di kawasan ASEAN sekaligus mendorong peningkatan nilai perdagangan bilateral secara berkelanjutan. (agn)