Kemunculan Ikan Sapu-sapu di Sungai Ciliwung Bogor Jadi Perhatian, Dikhawatirkan Ganggu Ekosistem

Pemkot Bogor menyoroti kemunculan ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung yang berpotensi mengganggu ekosistem dan ikan lokal

Senin, 27 April 2026 - 14:00 WIB
Kemunculan Ikan Sapu-sapu di Sungai Ciliwung Bogor Jadi Perhatian, Dikhawatirkan Ganggu Ekosistem
Keberadaan ikan sapu-sapu dialiran sungai Ciliwung sudah dimonitor Walikota Bogor. Foto: Humas Pemkot Bogor for Hallonews

HALLONEWS.ID – Keberadaan ikan sapu-sapu di aliran Sungai Ciliwung wilayah Kota Bogor mulai menjadi perhatian karena diduga berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem.

Populasi ikan yang tergolong spesies invasif tersebut terpantau di beberapa titik, di antaranya kawasan Kedung Badak, Kedung Halang, serta sekitar Jembatan Yapis di Tanah Sareal.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengaku telah menerima laporan terkait temuan tersebut. Ia menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian serius agar tidak berdampak lebih luas terhadap lingkungan sungai.

Menurutnya, keberadaan ikan sapu-sapu berpotensi menghambat perkembangan ikan lokal yang menjadi bagian dari ekosistem alami Sungai Ciliwung.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bogor berencana melakukan kajian lebih lanjut.
Kajian tersebut mencakup pola hidup ikan, tingkat penyebaran, serta kemungkinan adanya faktor lingkungan seperti pencemaran yang memicu pertumbuhan populasi.

Dedie menyampaikan, hasil kajian nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan, termasuk opsi penangkapan secara masif maupun perbaikan kualitas lingkungan sungai.

Di sisi lain, aktivis Sungai Ciliwung, Suparno, menilai populasi ikan sapu-sapu di wilayah Kota Bogor saat ini belum terlalu besar. Hal ini dipengaruhi oleh debit air Sungai Ciliwung yang relatif deras sehingga menyulitkan ikan tersebut mendominasi habitat.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa populasi ikan sapu-sapu dapat meningkat pesat jika terdapat sumber makanan melimpah, terutama dari limbah rumah tangga yang masuk ke sungai.

“Karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah maupun limbah ke aliran sungai,” kata Dedie dikutip wartawan media ini Senin (27/4/2026).

Upaya kolektif dalam menjaga ekosistem dinilai penting untuk mencegah berkembangnya spesies invasif yang dapat mengancam keberlangsungan ikan lokal. (opy)