Krisis Timur Tengah Membara, Korea Selatan Evakuasi Warganya dari Qatar hingga Yordania
Pemerintah Korea Selatan mulai mengevakuasi ratusan warganya dari sejumlah negara Timur Tengah seperti Qatar, Yordania, dan Kuwait di tengah meningkatnya konflik regional yang memicu gangguan penerbangan.

HALLONEWS.ID – Ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah memaksa pemerintah South Korea mengambil langkah cepat untuk melindungi warganya. Sejumlah warga Korea yang berada di berbagai negara kawasan tersebut mulai dievakuasi ke wilayah yang lebih aman.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada Sabtu (7/3/2026) menyatakan bahwa proses pemindahan warga negara Korea dilakukan secara bertahap dengan bantuan kedutaan dan misi diplomatik setempat.
Menurut kementerian, sebanyak 65 warga Korea yang berada di Qatar telah berhasil dipindahkan ke Saudi Arabia sejak Selasa hingga Jumat pekan ini.
Selain itu, 41 warga Korea yang berada di Jordan juga telah meninggalkan negara tersebut antara Kamis hingga Jumat dengan memanfaatkan penerbangan komersial yang masih beroperasi.
Kedutaan Besar Korea Selatan di Amman bahkan mengirimkan tim khusus ke bandara untuk membantu proses keberangkatan para warga tersebut.
Evakuasi dari Kuwait dan Negara Lain
Proses evakuasi juga dilakukan di negara lain yang berada di kawasan Teluk. Di Kuwait, sebanyak 14 warga Korea dan satu pasangan asing berhasil menyeberang ke Arab Saudi dengan dukungan dari pihak kedutaan.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan juga menyebut telah membantu warga negaranya di sejumlah negara lain yang terdampak ketegangan kawasan.
Beberapa di antaranya termasuk 25 warga Korea di Iran, 113 orang di Israel, 14 orang di Bahrain, serta lima orang di Iraq yang dipindahkan ke negara tetangga untuk mempermudah proses kepulangan ke tanah air.
Seoul Siapkan Pesawat Evakuasi
Langkah evakuasi juga dilakukan untuk warga Korea Selatan yang berada di United Arab Emirates.
Kementerian luar negeri mengumumkan bahwa sebuah pesawat charter milik Etihad Airways dengan kapasitas 290 kursi akan diberangkatkan dari Abu Dhabi pada Minggu (8/3/2026) siang waktu setempat.
Penerbangan khusus tersebut disiapkan untuk mengevakuasi warga Korea Selatan yang terjebak di negara tersebut akibat gangguan penerbangan yang dipicu konflik regional.
Mulai Sabtu pagi, Kedutaan Besar Korea Selatan di UEA membuka pendaftaran bagi warga yang ingin mengikuti penerbangan tersebut.
Prioritas akan diberikan kepada kelompok rentan, termasuk pasien sakit kritis, penyandang disabilitas berat, perempuan hamil, lansia, serta anak-anak.
Ribuan Warga Korea Terjebak
Pemerintah Korea Selatan saat ini berupaya memulangkan sekitar 3.000 warga negaranya yang berada di UEA, yang kesulitan kembali ke tanah air akibat terganggunya jalur penerbangan di kawasan tersebut.
Gangguan transportasi udara ini terjadi setelah konflik militer yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat semakin memanas dan berdampak pada keamanan penerbangan di Timur Tengah.
Dengan meningkatnya ketegangan regional, Seoul menyatakan akan terus memantau situasi dan siap mengambil langkah tambahan untuk memastikan keselamatan warganya di luar negeri. (ren)
