Netanyahu Akhirnya Izinkan Patriark Latin Rayakan Misa di Makam Suci setelah Dilarang Polisi

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memulihkan akses Patriark Latin Pierbattista Pizzaballa ke Gereja Makam Suci setelah larangan polisi Israel saat Minggu Palma memicu kecaman internasional.

Senin, 30 Maret 2026 - 21:46 WIB
Netanyahu Akhirnya Izinkan Patriark Latin Rayakan Misa di Makam Suci setelah Dilarang Polisi
Umat beriman menghadiri misa di Gereja Semua Bangsa yang dipimpin Kardinal Pierbattista Pizzaballa untuk memperingati Minggu Palma di Yerusalem, 29 Maret 2026. Foto: Euronews for Hallonews

HALLONEWS.ID — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan untuk memulihkan akses penuh bagi Patriark Latin Yerusalem Kardinal Pierbattista Pizzaballa ke Gereja Makam Suci setelah sebelumnya polisi Israel melarangnya memasuki gereja pada perayaan Minggu Palma, yang memicu kecaman internasional.

Netanyahu menyatakan bahwa Patriark Latin akan kembali mendapatkan akses penuh dan langsung ke situs suci tersebut sehingga dapat menyelenggarakan ibadah sesuai rencana.

Larangan sebelumnya diberlakukan oleh polisi Israel dengan alasan keamanan, menyusul perang yang sedang berlangsung dan serangan rudal Iran yang dilaporkan terjadi di sekitar wilayah Yerusalem dan tempat-tempat suci.

Pertama Kali dalam Beberapa Abad

Patriarkat Latin Yerusalem menyatakan bahwa untuk pertama kalinya dalam beberapa abad, para pemimpin Gereja tidak dapat merayakan Misa Minggu Palma di Gereja Makam Suci. Keputusan tersebut disebut sebagai preseden serius yang melukai perasaan umat Kristen di seluruh dunia.

Minggu Palma sendiri merupakan awal Pekan Suci bagi umat Kristen dan memperingati masuknya Yesus Kristus ke Yerusalem sebelum penyaliban dan kebangkitan-Nya.

Gereja Makam Suci di Yerusalem diyakini umat Kristen sebagai lokasi penyaliban, pemakaman, dan kebangkitan Yesus Kristus, sehingga menjadi salah satu situs paling suci dalam Kekristenan.

Kritik Dunia Internasional

Insiden pelarangan tersebut memicu kritik dari berbagai pemimpin dunia dan Uni Eropa yang menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran kebebasan beragama.

Sejumlah pemimpin Eropa menyampaikan kecaman dan meminta Israel menjamin kebebasan beribadah bagi semua agama di Yerusalem.

Sementara itu, Paus Leo XIV juga menyampaikan solidaritas bagi umat Kristen di Timur Tengah yang tidak dapat merayakan ritual keagamaan secara penuh akibat konflik yang sedang berlangsung.

Perayaan Minggu Palma Dilakukan di Gereja Getsemani

Setelah dilarang memasuki Gereja Makam Suci, Kardinal Pizzaballa akhirnya memimpin Misa Minggu Palma di Gereja Semua Bangsa atau Gereja Getsemani di Bukit Zaitun, Yerusalem.

Prosesi tradisional Minggu Palma dari Bukit Zaitun menuju Yerusalem yang biasanya diikuti ribuan umat juga dibatalkan akibat situasi keamanan dan perang yang sedang berlangsung.

Situasi di Kota Tua Yerusalem dilaporkan sepi, banyak toko tutup dan perayaan berlangsung secara terbatas di dalam gereja. (ren)