Pawai Bendera Israel di Yerusalem Timur Kembali Picu Ketegangan

Pawai bendera Israel di Yerusalem Timur kembali memicu ketegangan. Ribuan nasionalis Israel meneriakkan slogan provokatif saat melintasi kawasan Muslim Quarter.

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:00 WIB
Pawai Bendera Israel di Yerusalem Timur Kembali Picu Ketegangan
Pawai bendera Israel di Yerusalem Timur. (X OrenZiv for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Ribuan kelompok nasionalis Israel kembali menggelar pawai bendera tahunan di Yerusalem Timur pada Rabu (14/5/2026).

Aksi yang dikenal sebagai “Jerusalem Day Flag March” itu memicu ketegangan setelah sejumlah peserta meneriakkan slogan provokatif terhadap warga Palestina.

Dalam rekaman video dan laporan media internasional, peserta pawai terdengar meneriakkan kalimat “May your village burn” atau “Semoga desa kalian terbakar” saat melintasi kawasan Muslim Quarter di Kota Tua Yerusalem.

Pawai tersebut dikawal ketat aparat kepolisian Israel dan berlangsung di tengah situasi kawasan yang masih memanas akibat konflik berkepanjangan di Gaza dan Tepi Barat.

Banyak warga Palestina memilih menutup toko lebih awal untuk menghindari potensi bentrokan. Sejumlah laporan juga menyebut terjadi aksi intimidasi verbal terhadap warga Arab yang berada di sekitar rute pawai.

Perayaan “Jerusalem Day” digelar Israel untuk memperingati penguasaan Yerusalem Timur dalam Perang Enam Hari tahun 1967. Namun bagi Palestina, Yerusalem Timur dianggap wilayah pendudukan dan diharapkan menjadi ibu kota negara Palestina di masa depan.

Ketegangan semakin meningkat setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, turut hadir dalam rangkaian acara di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa.

Kehadiran politikus sayap kanan tersebut menuai kritik karena dinilai dapat memperburuk situasi keamanan di kawasan sensitif itu.

Kelompok aktivis perdamaian Israel juga turun ke jalan untuk mencegah bentrokan lebih luas. Organisasi Standing Together mengerahkan relawan guna melindungi warga Palestina dari kemungkinan aksi kekerasan massa ultranasionalis.

Pawai bendera di Yerusalem selama ini memang kerap menjadi sorotan internasional. Pada tahun-tahun sebelumnya, aksi serupa beberapa kali berujung bentrokan antara warga Palestina dan aparat keamanan Israel, bahkan memicu eskalasi konflik di Gaza.

Pemerintah Palestina mengecam keras pelaksanaan pawai tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk provokasi terhadap warga Palestina di Yerusalem Timur. Sementara itu, pihak kepolisian Israel menyatakan pengamanan dilakukan untuk menjaga ketertiban dan mencegah bentrokan antar kelompok.

Situasi di Yerusalem hingga kini masih berada dalam pengawasan ketat aparat keamanan, sementara komunitas internasional terus menyerukan upaya menahan diri dari semua pihak demi mencegah eskalasi konflik lebih luas.(wib)