Mengintip Peternakan Sapi Kurban Pilihan Presiden Prabowo di Kranji Bekasi

Peternakan sapi kurban di Bekasi langganan Presiden Prabowo kebanjiran pesanan jelang Iduladha 2026. Ada sapi berbobot lebih dari 1 ton.

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:30 WIB
Mengintip Peternakan Sapi Kurban Pilihan Presiden Prabowo di Kranji Bekasi
Peternakan Berkah Bersama Sejahtera Farm (PBBSF) di Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. (PBBSF for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Lenguhan sapi bersahut-sahutan dari balik kandang besar di kawasan Kranji, Kota Bekasi, Kota Bekasi. Aroma jerami bercampur tanah basah langsung terasa begitu memasuki Peternakan Berkah Bersama Sejahtera Farm.

Peternakan itu salah satu peternakan sapi kurban terbesar di wilayah penyangga Ibu Kota. Di kandang yang berjajar dari blok A hingga T itu, hampir seribu ekor sapi dipelihara untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat Jabodetabek menjelang Iduladha 2026.

“Sekarang sekitar 850 ekor di kandang. Kalau ditambah yang di luar hampir seribu ekor,” kata pengelola peternakan, Babeh Haji Luthfi, Jumat (15/5/2026).

Peternakan ini bukan kandang biasa. Dalam dua tahun terakhir, sapi dari tempat tersebut dipercaya menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto. Menurut Luthfi, sapi pilihan Presiden melalui pemeriksaan ketat sebelum dikirim.

Mulai dari pengecekan kesehatan, penimbangan bobot, hingga pengambilan sampel darah untuk memastikan kondisi hewan benar-benar prima.

Di sela aktivitas para pekerja yang sibuk membersihkan kandang, Luthfi tampak hafal betul setiap jenis sapi yang dipeliharanya.

Ada sapi Bali, Madura, PO, hingga sapi impor seperti limosin, simental, dan brangus.
Bobot sapi yang dijual pun beragam.

Mulai dari sapi standar berbobot 290 kilogram hingga sapi jumbo dengan berat lebih dari satu ton. “Yang paling besar ada 1,1 ton,” katanya sambil menunjuk sapi berukuran raksasa di sudut kandang.

Di balik besarnya bisnis ternak itu, tersimpan rutinitas yang tak ringan. Sejak selepas subuh, pekerja bekerja keras mulai memandikan sapi, membersihkan kandang, hingga menyiapkan pakan empat kali sehari.

Empat truk milik peternakan setiap hari berkeliling mencari damen atau jerami ke wilayah Babelan, Jonggol, hingga Setu untuk memenuhi kebutuhan pakan ribuan sapi tersebut.

Jerami lalu dicampur ampas tahu dan konsentrat agar sapi cepat gemuk selama masa penggemukan sekitar 10 bulan. “Kalau dihitung sehari bisa habis lebih dari dua ton pakan agar sapi kesehatannya terjaga,” ucapnya.

Harga sapi di peternakan ini dibanderol mulai Rp20 jutaan. Sementara sapi terbesar dijual hingga Rp145 juta per ekor. Menjelang Iduladha, permintaan hewan kurban di kandang tersebut terus meningkat. Tahun ini, Luthfi menargetkan penjualan mencapai seribu ekor sapi.

Mayoritas pembeli berasal dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), perusahaan, hingga pembeli pribadi dari wilayah Jabodetabek. Bahkan ada pelanggan dari Bandung dan Purwakarta yang rela datang langsung untuk memilih sapi.

Menurut Luthfi, sapi Bali menjadi jenis yang paling diburu pembeli karena dinilai cocok untuk kebutuhan kurban masjid. “Biasanya DKM booking lima sampai sepuluh ekor sekaligus untuk kebutuhan kurban tahun ini,” katanya.

Menariknya, banyak pelanggan sudah memesan sapi sejak dua bulan sebelum Iduladha. Meski selama masa perawatan bobot sapi terus bertambah, harga yang sudah disepakati tidak dinaikkan lagi. “Walaupun kita rawat terus sampai besar, harga tetap,” ungkapnya.

Di tengah ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menghantui peternak beberapa tahun terakhir, seluruh sapi di kandang tersebut rutin diperiksa dan divaksin oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi.

Setiap sapi yang telah divaksin diberi tanda peneng kuning di telinganya sebagai penanda sudah lolos pemeriksaan kesehatan. Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi juga mulai menyisir lapak-lapak penjualan hewan kurban di 12 kecamatan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Bekasi Markum mengatakan pemeriksaan dilakukan bersama dokter hewan dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat.

Menurutnya, hewan yang tidak sehat tidak diperbolehkan dijual kepada masyarakat. “Sampai saat ini alhamdulillah belum ditemukan PMK karena vaksinasi rutin terus dilakukan. Untuk hewan kurban tahun ini di Bekasi aman dari PMK,” tandasnya. (dul)