Mahfud Soroti Pergantian Pimpinan BGN dan Nilai Respons Prabowo Mulai Berubah
Mahfud MD menilai pergantian pimpinan BGN dan langkah Presiden Prabowo merespons kritik publik menjadi sinyal perubahan pendekatan pemerintah terhadap berbagai persoalan yang mencuat di masyarakat.

HALLONEWS.ID – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai adanya perubahan sikap pemerintah dalam merespons kritik publik yang selama ini mengemuka, terutama terkait pelaksanaan sejumlah program strategis nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud saat menanggapi dinamika yang terjadi di Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk pergantian jajaran pimpinan lembaga tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Mahfud, pergantian kepemimpinan di BGN dapat dibaca sebagai bagian dari upaya pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang menjadi sorotan masyarakat.
“Menurut saya, ini merupakan perkembangan yang positif dalam merespons berbagai kritik yang selama ini terus bermunculan,” ujar Mahfud seperti dikutip, Kamis (4/6/2026).
Ia menilai, selama ini pemerintah kerap menunjukkan sikap defensif ketika menghadapi kritik terhadap kebijakan maupun program yang dijalankan. Namun belakangan, pemerintah dinilai mulai mengambil langkah yang lebih terbuka terhadap berbagai masukan publik.
Mahfud mengatakan, munculnya berbagai fakta dan temuan di lapangan membuat pemerintah perlu melakukan penyesuaian serta perbaikan agar program-program yang berjalan tetap berada di jalur yang benar.
Selain menyoroti pergantian pimpinan BGN, Mahfud juga menyinggung pidato Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.
Menurutnya, pidato tersebut berlangsung lebih terstruktur karena disampaikan berdasarkan naskah yang telah disiapkan. Hal itu dinilai membuat pesan yang disampaikan lebih fokus dan tidak memunculkan polemik di ruang publik.
“Pidato tersebut berjalan lebih formal dan terarah sehingga tidak menimbulkan kontroversi atau perdebatan yang tidak perlu,” katanya.
Mahfud menambahkan, dalam sistem demokrasi, kritik dari masyarakat seharusnya dipandang sebagai bagian dari mekanisme pengawasan publik terhadap jalannya pemerintahan.
Karena itu, ia berharap pemerintah terus membuka ruang evaluasi dan perbaikan terhadap berbagai program yang sedang berjalan, termasuk program-program yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
“Yang terpenting adalah bagaimana kritik dijadikan bahan perbaikan sehingga kebijakan pemerintah semakin efektif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Mahfud.
*Catatan:* Narasi di atas disusun berdasarkan pernyataan dan pandangan Mahfud MD. Klaim mengenai status hukum seseorang atau proses penegakan hukum perlu diverifikasi melalui keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait sebelum dipublikasikan sebagai fakta. (agn)
